oleh

Baru RSMM yang Ajukan Klaim Penanganan Covid-19

Capai Rp 4 Miliar

TIMIKA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Jayapura menyebut sejauh ini baru satu rumah sakit di Mimika yang mengajukan klaim biaya penanganan pasien Covid-19, yakni Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dengan total pengajuan mencapai Rp 4 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Djamal Adriansyah dalam media gathering di Hotel Horison, Kamis (20/8) kemarin menjelaskan, Covid-19 masuk dalam status tanggap bencana yang dalam regulasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan tidak dijamin. BPJS Kesehatan menjamin penyakit diluar dari Covid-19.

Biaya penanganan Covid-19 dijamin oleh negara dalam hal ini Kementerian Kesehatan. “Bicara jaminan bicara pembiayaan. Jadi ini memang sama sekali diluar domain BPJS Kesehatan. Selama ini disebutkan BPJS kesehatan hambat klaim Covid-19, kami tidak ada hubungan,” jelas Djamal.

Namun dikatakan Djamal, meskipun tidak memiliki kewenangan dalam penanganan Covid-19, BPJS Kesehatan mendapat tugas tambahan dari Menko PMK untuk membantu proses verifikasi di rumah sakit karena pembiayaan Covid-19 ada di dua tempat yakni rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Jadi ditegaskannya, BPJS Kesehatan hanya membantu proses verifikasi itupun dibatasi sesuai pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Mulai dari kriteria dan cara klaim. Dimana semua administrasi harus di-scan dan dikirim by sistem.

Dalam verifikasi, BPJS Kesehatan bertugas memastikan apakah kriteria yang diajukan oleh fasilitas kesehatan sudah sesuai atau belum. Jika tidak, maka akan dikembalikan dan dipertanyakan untuk dilengkapi. Sama halnya proses klaim oleh rumah sakit. Setelah verifikasi akan diteruskan ke Kementerian Kesehatan.

“Di sanalah diputuskan untuk pembiayaan. Jadi yang kasarnya, kami hanya cek berkas saja,” tandasnya.

Proses klaim biaya penanganan Covid-19 dikatakan Djamal lebih cepat. Hanya 7 hari sudah harus dibayar. Tidak seperti klaim normal yang bisa dilakukan selama 15 hari kalender. Kebijakan itu sebagai bentuk keseriusan pemerintah agar tidak ada persoalan cash flow di rumah sakit.

Khusus untuk klaim biaya Covid-19, pasien atau masyarakat yang terinfeksi Covid-19 tidak harus terdaftar sebagai peserta atau harus memiliki kartu. Sebab yang diklaim bukan JKN. Biaya yang dibayarkan ke rumah sakit pun sangat besar bahkan bisa mencapai 400 persen dari klaim JKN biasa. Ini sebagai penghargaan pemerintah karena risiko dalam penanganan Covid-19 sangat tinggi terutama pada tenaga kesehatan yang memiliki risiko kematian yang tinggi.

Di wilayah Jayapura diungkapkan Djamal, hampir semua rumah sakit sudah mengajukan klaim. Bahkan ada yang sudah beberapa bulan mengajukan klaim. Di Mimika sampai saat ini baru satu rumah sakit, yakni Rumah Sakit Mitra Masyarakat dengan nilai mencapai Rp 4 miliar, namun masih dalam tahap verifikasi.

“Cuma di satu sisi kami dan Kemenkes sangat hati-hati supaya jangan terjadi potensi fraud. Misalnya fiktif. Tidak ada tindakan di ruang ventilator tapi ditagihkan. Makanya kami selalu berkoordinasi dengan rumah sakit supaya terhindar dari fraud, karena ini bisa menjadi kejahatan extra ordinary,” ujar Djamal. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *