oleh

Sekolah Bisa Bantu Paket Internet Siswa

Makanya di masa pandemi ada modifikasi model pembelajaran. Kurikulum disederhanakan sehingga anak tidak boleh dipaksa belajar berlebihan yang bisa memicu stress dan imun turun,” ujar Jeny.

Sebelum pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggulirkan program bantuan paket internet kepada pelajar, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika sudah terlebih dahulu menjalankan program bantuan paket data internet melalui sekolah.

Pj Sekda Mimika, Jeny Usmani, SPd MPd yang juga Kepala Dinas Pendidikan Mimika ketika ditemui di Hotel Grand Mozza, Kamis (3/9) kemarin mengatakan murid, yang bisa mendapatkan bantuan paket data internet dari sekolah adalah murid yang bisa mengakses aplikasi dan mampu merespon pembelajaran secara online tapi tidak memiliki kuota internet.

Sekolah kata dia sudah melakukan identifikasi murid yang memiliki fasilitas dan merespon pembelajaran secara online.

“Kalau memang anak itu punya fasilitas bisa Google tapi mengalami kesulitan itu sekolah bantu dengan paket intertnet. Bantuan kuota internet ini sudah jalan di Mimika, karena sudah diidentifikasi, yang belajar lewat Google Classroom berapa banyak,” terangnya.

Bantuan kuota internet ini menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang memang diarahkan untuk pembelajaran selama Covid-19. Sehingga sekolah baik negeri maupun yayasan karena semuanya mendapatkan bantuan Dana BOS maka harus memberlakukan.

Tapi Jeny menegaskan tidak semua murid bisa mendapatkan bantuan kuota internet karena bisa disalahgunakan bukan untuk belajar. Hanya murid yang bisa merespon pembelajaran secara online tapi kesulitan dalam membeli paket. “Identifikasi sudah jelas, berarti kita lihat betulkah orang tuanya terdampak karena pekerjaan. Tapi kalau orang tua dengan penghasilan tetap. Jadi itu yang benar-benar butuh bisa dibantu,” paparnya.

Pembelajaran tatap muka di sekolah ditambahkan Jeny, khusus di wilayah kota belum bisa dilakukan. kecuali di wilayah pedalaman yang sudah berjalan efektif karena masuk zona hijau. Di pinggiran pun seperti Pomako dan Mapurujaya mulai dilakukan tatap muka tapi tidak intensif hanya sebatas konsultasi jika ada kesulitan. Itupun anak dijadwalkan, tidak ke sekolah sekaligus.

“Makanya di masa pandemi ada modifikasi model pembelajaran. Kurikulum disederhanakan sehingga anak tidak boleh dipaksa belajar berlebihan yang bisa memicu stress dan imun turun,” ujar Jeny.

Sekolah atau guru pun dalam satu semester kini hanya bisa menekankan 2-3 kompetensi dasar tidak seperti pada situasi normal yang bisa ada 6 kompetensi dasar. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *