oleh

Sepanjang 2020, BPJAMSOSTEK Bayar Klaim Rp 92,5 Miliar

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Mimika sejak Januari hingga 4 September Tahun 2020, sudah membayarkan total klaim sebesar Rp 92.590.313.109. Itu diungkapkan Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Mimika, Verry Boekan ketika ditemui di kantornya, Jumat (4/9) kemarin.

Proporsi terbesar pembayaran klaim adalah Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 6.133 klaim dengan nilai Rp 89.798.389.268. Kemudian Jaminan Pensiun 85 klaim senilai Rp 489.444.889. Jaminan Kecelakaan Kerja 72 kasus senilai Rp 784.478.952  dan Jaminan Kematian sebanyak 56 kasus dengan nilai Rp 1,518 miliar. Jadi total kasus yang ditangani sejak Januari sampai 4 September 2020 sebanyak 6.346 kasus dengan nilai Rp 92.590.313.109.

JHT kata Verry memang menjadi yang tertinggi. Bahkan mengalami lonjakan dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Tingginya klaim juga sebagai dampak pandemic Covid-19. JHT dibayarkan karena beberapa kondisi, pertama karena pekerja sudah berusia 56 tahun atau pensiun. Kedua, karena berhenti bekerja dan ketiga karena di-PHK.

“Ini manfaatnya bagi tenaga kerja, ketika ada pandemi seperti ini dia minimal ada social safety net atau jaring pengaman sosial dengan ikut BPJS Ketenagakerjaan setelah di-PHK dia tidak perlu khawatir untuk melanjutkan hidup karena ada JHT,” ujarnya.

Sementara untuk santunan jaminan kematian baru 6 kasus salah satunya kepada Dominica yang merupakan ahli waris Almarhum Marselinus Marsel salah seorang peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan penerima upah. Santunan sebesar Rp 42 juta diserahkan Jumat (4/9) di Kantor BPJS Ketenagakerjaan. “Jaminan kematian tidak menggantikan yang meninggal, tidak menggantikan pekerjaan yang hilang tetapi ini mengurangi beban hidup yang dihadapi,” tutur Verry.

Alm Marselinus Marsel adalah peserta yang tinggal di Kampung Bhintuka yang terdaftar Tahun 2018 tapi kepesrtaannya sempat tidak aktif dan baru dilanjutkan kembali pada November 2019. Kemudian meninggal karena sakit dan berhak mendapatkan santunan sebesar Rp 42 juta meskipun iuran yang dibayarkan setiap bulan hanya Rp 16.800.

Kampung Bhintuka sendiri sudah ditetapkan sebagai desar sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Menurut Verry, inilah salah satu manfaat yang bisa diterima oleh warga yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *