oleh

Soal Miras, Kapolsek Miru Harapkan Tanggungjawab Moral Pengusaha

Untuk Cegah Keributan

Para pelaku usaha yang mendapatkan izin dalam memperdagangkan minuman keras, diharapkan Kapolsek Miru, Kompol Sarraju untuk mempunyai tanggungjawab moral kepada konsumen. Dengan harapan, bahwa situasi Kamtibmas tetap kondusif dan tak terjadi keributan maupun konflik.

Kompol Sarraju, Jumat (4/9) kemarin di Kantor Polsek Mimika Baru menjelaskan, selama ini, masih banyak kasus yang berawal dari dikonsumsinya minuman keras oleh para pelaku kejahatan. Sehingga ia meminta, agar khususnya pedagang miras yang telah mendapatkan izin juga mempunyai tanggungjawab moral mencegah keributan, konflik maupun kasus kejahatan. Caranya yakni dengan tidak memperdagangkan miras di jam larut malam.

“Yang menjual di luar jam (larut malam), saya biasanya perintahkan untuk tutup. Tapi memang ini butuh pemahaman yang sama dari seluruh komponen. Bahwa kepentingan ketertiban dan keamanan ini kan demi kita semua juga. Jadi mereka juga kami harapkan mau melihat dan memahami itu,” ungkapnya.

“Karena kadang kala kalau masyarakat membeli dan mengonsumsi miras di jam segitu, biasanya pikiran-pikiran jahatnya itu muncul. Jadi upaya kami selama ini sampai di tahap itu yakni mengimbau, agar pedagang yang mendapat izin tidak menjual di jam yang larut,” sambung Kompol Sarraju.

Ia mengaku, upaya inipun mungkin belum bisa memenuhi harapan semua pihak. Namun katanya, setidaknya dengan keterbatasan yang ada, kepolisian di Miru memaksimalkan peluang yang ada. Di sisi lain ia menyampaikan, pihaknya juga pada saat yang sama seringkali menangani perkara lain seperti kekerasan.

“Karena kadang-kadang juga ada warga yang meminta kami datang padahal dia cuma ribut dengan saudaranya sendiri. Padahal namanya keluarga kan bisa saling mengatasi masalah. Kecuali memang masalahnya sudah berat sekali,” katanya.

Sementara itu, ia memastikan selama ini pihaknya sudah melakukan patroli untuk mencegah adanya masyarakat kumpul-kumpul di malam hari. Di mana biasanya, kumpul-kumpulnya masyarakat tersebut “diselingi” dengan kegiatan minum-minuman keras. Ia menyebut pihaknya mengantisipasi perilaku para pengonsumsi miras yang bisa saja tidak terkontrol.

“Jadi begitu ada yang konsumsi ya kita amankan. Atau kalau kondisinya belum benar-benar mabuk, kita bubarkan. Karena takutnya menjadi cikal bakal munculnya masalah. Misalnya mencuri, memukul orang atau curi motor, atau bahkan merusak rumah tangga ketika pulang ke rumah,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *