oleh

Tingkat Kesulitan Pengungkapan Curanmor Dinilai Bervariasi

Tingkat kesulitan pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor di Timika dalam wilayah hukum Polsek Mimika Baru dinilai bervariasi. Diakui ada sejumlah kendala ketika mengungkap kasus yang cukup tinggi laporannya di Timika tersebut. Salah satunya adalah ketiadaan saksi.

Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju, Jumat (4/9) mengatakan, selain ketiadaan saksi, salah satu kendala lainnya adalah keterbatasan SDM khususnya yang ada di Polsek Miru. Di mana keterbatasan SDM itu juga berpatokan, dari luasanya wilayah hukum Polsek Miru.

“Apalagi kasus ini (pencurian motor) seringkali terjadi dan orang tidak tahu. Tiba-tiba motornya hilang. Sehingga perlu penyelidikan yang lebih dalam termasuk panjang waktunya,” ujarnya.

Kendala lain yang biasanya dihadapi dalam pengungkapan kasus curanmor di Timika ialah, jika kejadian tersebut pada jam yang sama, juga terjadi di tempat lain.

“Cara untuk mempermudah penanganannya paling tidak, ketika kami melakukan pemetaan, ternyata beberapa kejadian ini disebabkan oleh satu kelompok,” ungkapnya.

“Hanya saja, dari banyak kejadian Curanmor ini biasanya dilakukan para pelaku yang berdiri sendiri-sendiri,” sambung Kompol Sarraju.

Berdiri sendiri-sendirinya para pelaku kejahatan curanmor, dinilai Kompol Sarraju juga berdasarkan pada berbedanya kepentingan-kepentingan pelaku. Ia menilai, pihaknya selama ini mendapatkan informasi, bahwa para pelaku kejahatan pencurian menggunakan barang curiannya untuk pribadi, dan juga mendapatkan nilai materil ketika barangnya dijual.

“Itupun ada yang dijual secara utuh, ada juga yang menjual dengan per bagian-bagian. Kemungkinan juga ada yang dibawa ke luar daerah, ini belum bisa kami pastikan. Karena kalau di dalam Timika, pasti barang buktinya ada di sekitar-sekitar sini saja,” jelasnya.

Sementara itu Kompol Sarraju juga mengungkap, ada indikasi bahwa sejumlah kendaraan hasil curian juga digunakan di tempat-tempat yang jauh dari perkotaan, semisal hutan, untuk dipakai membantu pekerjaan.

“Motor-motor yang digunakan kerja di hutan itu ada indikasi hasil curian. Karena belinya juga murah,” terangnya.

Di sisi lain, pihaknya selama ini mencegah adanya kejahatan pencurian dengan terus meningkatkan razia dalam hal ketertiban lalu lintas. Ia meyakini, hal ini setidaknya bisa menekan kejadian pencurian bermotor. Dimana pelaku kejahatan pasti akan merasa tertekan ketika menggunakan kendaraan yang bukan miliknya sendiri. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *