oleh

Polisi Masih Kejar Ayah Tiri Bejat

Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Tim Satreskrim Polres Mimika hingga kini masih terus melakukan pengejaran terhadap pria berinisial FR, yang telah menghamili anak tirinya sebut saja Mawar (16) hingga hamil delapan bulan.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK kepada Radar Timika, Sabtu (5/9) lalu, mengaku pihaknya masih melakukan pencarian terhadap pelaku FR.

“Kita masih lidik dan masih terus kita cari. Mudah-mudahan secepatnya bisa kita temukan dia,”singkatnya.

Bahkan Kasat Reskrim juga mengimbau kepada pelaku FR agar segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, guna mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dia lakukan terhadap anaknya itu.

“Kalau memang dia bertanggung jawab, lebih baik serahkan diri untuk pihak berwajib. Karena apa yang dia lakukan sangat salah sekali,”tegas AKP Hermanto.

Untuk diketahui bahwa kasus tersebut terungkap, setelah korban yang didampingi ibu kandungnya mendatangi kantor Pelayanan Polres Mimika guna melaporkan kasus tersebut pada Rabu (2/9) lalu.

Kronologis kejadian, dari pengakuan korban FR yang merupakan ayah tiri dari korban itu sendiri, telah menyebutuhi korban sejak korban masih duduk di bangku SMP kelas 2 pada Tahun 2017 lalu, hingga Bulan Agustus Tahun 2020 lalu. Dan kasus itu terjadi di rumah mereka di Jalan Yos Sudarso, Gang Masbait.

Pelaku FR melakukan perbuatan bejatnya itu setiap kali istri pelaku tidak berada di rumah, dan sebelum melakukan, pelaku FR selalu mengancam korban dengan menggunakan parang.

Kasus persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku FR terhadap anak tirinya itu terbongkar, pada saat para tetangga melihat perubahan pada bentuk tubuh korban, dan ternyata ditanyai korban mengaku kalau dia sudah dalam kondisi hamil.

Ibu korban yang mengetahui hal tersebut, lalu kemudian mencoba untuk membuktikannya sendiri kalau perbuatan tersebut dilakukan oleh suaminya sendiri.

Sehingga ibu korban kemudian menjebak pelaku, di mana pada saat itu ibu korban berpura-pura berangkat kerja. Kemudian mengetahui istrinya sudah berangkat kerja, pelaku kemudian kembali memaksa korban untuk melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri.

Namun saat sementara asyik melakukan perbuatan bejatnya, tiba-tiba ibu korban datang dan kemudian melihat sendiri, apa yang telah dilakukan pelaku FR kepada anaknya tirinya itu.

Dewan Minta Kepolisian Segera Tangkap Ayah Tiri Pelaku Pemerkosaan

Sementara itu, Legislator DPRD Mimika, Nurman Karupukaro mendesak kepolisian Resor Mimika dengan dibantu organisasi kerukunan suku untuk memburu dan menangkap ‘ayah bejat’, pelaku pemerkosaan pada anak tirinya yang di bawah umur.

DPRD Mimika meminta kepolisian untuk memburu dan menindak hukum orang tua bejat, yang telah memperkosa anak tirinya yang di bawah umur.

“Pelaku tindak pemerkosaan yakni ayah tiri korban ini harus segera ditangkap,” tegasnya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Mimika Nurman Karupukaro kepada Radar Timika, Sabtu (5/9) mengatakan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI Kabupaten Mimika juga diminta untuk memberikan pendampingan kepada korban, karena tidak lama lagi akan melahirkan.

Selain itu Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak diminta untuk menyambangi keluarga korban, karena kondisi miris perekonomian yang bersangkutan.

Nurman menambahkan, pihaknya sebagai perwakilan rakyat sering mendapat pengaduan langsung dari masyarakat, karena warga menilai hukum berjalan lambat. Oleh karena itu, Nurman mendesak baik aparat penegak hukum maupun organisasi kerukunan suku, untuk menuntaskan keadilan pada kasus perkosaan dengan ancaman pembunuhan pada anak di bawah umur ini, dengan menangkap pelaku yang masih bebas berkeliaran.

Ia berharap para orang tua di Mimika dapat memahami arti penting nilai keutuhan keluarga dengan menjalankan perannya untuk melindungi, menafkahi dan memberi kasih sayang kepada anak, sehingga anak bisa tumbuh bahagia tanpa mengalami kekerasan. (tns/ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *