oleh

Positif Covid-19, Satu Tersangka Curat Pembantaran Penahanan

Satu tersangka kasus Pencurian dengan Kekerasas (Curat) yang berinisial BG, yang merupakan tahanan Polres Mimika dinyatakan positif Covid-19, dan kini telah ditangani Tim Gugus Tugas.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui Radar Timika, Sabtu (5/9) lalu di kantor Pelayanan Polres Mimika, mengatakan terkait dengan tersangka BG, pihaknya telah menyerahkan proses penanganan medis sepenuhnya kepada Tim Gugus Tugas.

“Sudah ditangani oleh tim medis dan sudah diisolasi,”ujarnya.

Lebih lanjut kata dia bahwa untuk status tersangka BG sendiri saat ini, penyidik Polres Mimika telah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, untuk dilakukan pembataran penahanan atau penundaan penahanan sementara terhadap tersangka BG. Pasalnya, BG saat ini sementara menjalani proses isolasi lantaran positif Covid-19.

“Kita lakukan pembantaran penahanan dulu kepada yang bersangkutan, karena dia sakit,”ucap AKP Hermanto.

Untuk diketahui bahwa tersangka BG diamankan bersama salah satu rekannya yakni tersangka AG oleh Tim Opsnal Satreskrim Polres Mimika, lantaran keduanya dilaporkan melakukan tindak pidana curat di Jalan Sam Ratulangi pasa Rabu (26/8) lalu.

Yang mana, kronologis kejadian bermula saat kedua tersangka BG dan AG, berboncengan dengan menggunakan sepeda motor, dari Jalan Hasanuddin, Irigasi menuju Jalan Sam Ratulangi.

Kemudian saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), kedua tersangka melihat seorang anak kecil sedang bermain handphone merk Vivo 1820 warna hitam. Setelah mengambil handphone tersebut, kedua tersangka langsung melarikan diri ke arah Jalan Pattimura.

Selanjutnya setelah mendapatkan laporan terkait kasus curat atau jambret itu, Tim Opsnal Satreskrim Polres Mimika langsung melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi, bahwa kedua tersangka saat itu sementara berada di Jalan Pattimura.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone merk Vivo 1820 warna hitam, dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3 warna hitam yang digunakan untuk melakukan tindak pidana curat.

Akibat perbuatan mereka, kedua tersangka itu dipersangkakan Pasal 363 KUHPidana yang berbunyi “Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum. Diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah”. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *