oleh

Aniaya Pencuri, Polisi Minta Keterangan Delapan Warga

Delapan orang warga dimintai keterangan atas dugaan kasus penganiayaan, terhadap satu orang yang disebut sebagai pencuri handphone. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (5/9) lalu, di  Jalan Freeport Lama.

Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju melalui Kanit Reskrim Polsek Miru, Ipda Yongki Rumte, Senin (7/9) menjelaskan, kejadian berawal pada hari Selasa (1/9) pekan lalu. Di mana saat itu, dua orang berinisial RRY dan EM yang pasangan suami istri tersebut mengaku kehilangan dua buah handphone di rumahnya. Handphone tersebut bermerek IPhone 11 Pro dan Realme XT.

Saat kehilangan handphone tersebut, di rumah keduanya juga terdapat empat orang berinisial CH, LY, MR dan korban bernama Alfian Ralahalu. EM yang mendapatkan informasi dari orang berinisial SY menjelaskan, saat terjadi kehilangan handphone tersebut, ada seorang lelaki berciri badan kecil, kulit hitam, rambut lurus, pakai celana warna hitam keluar dari samping rumah milik EM tersebut.

Orang yang dimaksud, keluar dari rumah EM di sekitar tempat duduk atau para-para, sambil membawa sesuatu benda di tangan yang dimasukkan ke kantong bajunya. Setelah itu yang bersangkutan kemudian lari menggunakan motor.

“Orang yang dimaksudkan adalah korban bernama Alfian Ralahalu,” ujar Ipda Yongki Rumte.

Tepat pada saat kejadian di hari Sabtu (5/9), Alfian kemudian dibawa oleh MR ke rumah pasangan RRY dan EM. Di situ, korban ditanyai mengenai keberadaan hape yang disebut diambilnya tersebut. Awalnya, korban tak mau mengakuinya. Namun setelah ditampari oleh CH, ia akhirnya mengakui bahwa dua buah handphone itu diambil olehnya.

“Tapi, katanya, yang bersangkutan mengaku menaruh handphone Realme XT itu di kamar milik MR, sedangkan iPhone 11 Pro dia bilang jatuh karena ternyata kantong bajunya berlubang,” ungkapnya.

Karena emosi, EM langsung menonjok muka dari korban. Tidak lama berselang, orang tua Alfian datang setelah dipanggil oleh MR atas permintaan kedua pasangan RRY dan EM. Sama halnya dengan pertanyaan yang diajukan CH, orang tua Alfian ikut menonjok muka anaknya sendiri, dan mengatakan siap mengganti rugi handphone yang dicuri anaknya itu, setelah mendengar sendiri korban mengakui mengambil handphone RRY dan EM.

Pelapor dari kejadian ini adalah ayah kandung korban sendiri bernama Zefnat Ralahalu. Ia pun sudah dimintai keterangan. Sementara itu, delapan orang lainnya sedang dimintai keterangan. Delapan orang yang dimaksud selain pasangan RRY dan EM juga adalah ID, EK, HFY, KJ, AM dan CH.

Delapan orang itu diamankan Senin pagi oleh Tim Opsnal sekitar pukul 10.00 WIT. Tim yang dipimpin Aipda Ivan Rapi Mangende kemudian membawa korban ke HCU RSUD Mimika untuk menjalani perawatan.

“Korban sendiri mengalami luka di bagian wajah, dan merasakan sakit di bagian perut. Informasinya korban akan menjalani operasi, karena ada bagian dari limpa korban yang disebut perawat RSUD, pecah,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *