oleh

Wabup Minta Warga Tidak Menolak Petugas Sensus

Badan Pusat Statistik Mimika mulai melaksanakan Sensus Penduduk Tahun 2020 dengan menerjunkan 430 petugas ke 18 distrik. Seminggu berjalan, petugas mengalami kesulitan dalam melakukan sensus karena adanya penolakan dari warga bahkan Ketua RT sekalipun.

Menyikapi itu Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM didampingi Kepala BPS Mimika, Trisno Tamanampo kepada wartawan Senin (7/9) di Hotel Horison mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung program nasional ini dengan memberikan data yang sebenarnya.

Sensus Penduduk dijelaskan Wabup bukan semata mengetahui angka jumlah penduduk. Tapi data itu merupakan dasar pengambilan kebijakan nasional. Salah satunya program bantuan yang dijalankan oleh Kementerian Sosial, semuanya menggundakan data hasil sensus penduduk.

Bagi daerah juga sangat bermanfaat karena mempengaruhi kebijakan fiskal seperti jumlah Dana Alokasi Umum (DAU) dan lainnya. Bahkan juga apabila data rill penduduk Mimika ternyata lebih besar maka secara politik ada penambahan kursi di DPRD dari 35 menjadi 45.

Sehingga menurut Wabup tidak ada alasan bagi warga untuk menolak. Termasuk juga para Ketua RT yang disebut ada yang menolak, dikatakan Wabup ini menjadi momen untuk perbaikan data kependudukan yang selama ini belum tertata. Apalagi sudah ada perubahan atau pemekaran kampung, kelurahan hingga RT sehingga banyak alamat yang tidak lagi sesuai.

Wabup akan membuat surat kepada seluruh lurah, kepala kampung hingga RT untuk ikut melakukan sosialisasi bukan malah menolak petugas sensus. Sehingga data rill jumlah penduduk Mimika bisa diketahui. Juga semua warga harus memberikan informasi yang akurat.

Kepala BPS Mimika, Trisno Tamanampo menambahkan petugas sensus dilengkapi surat tugas. Memiliki tanda pengenal termasuk rompi. Sebelum terjun ke lapangan sudah menjalani rapid test dan diinstruksikan menerapkan protokol kesehatan.

Selama pelaksanaan dikatakan Trisno banyak masyarakat yang belum memahami sensus. Ia menegaskan bahwa ini tidak ada keterkaitan dengan politik atau berhubungan dengan Otsus. “Semata-mata himpun data untuk ketahui berapa jumlah penduduk di Indonesia dan di Mimika hingga satuan terkecil di RT, baik jumlah, pendidikan, agama dan lainnya,” tandasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *