oleh

APBD Perubahan Mentok Rp 3,8 Triliun

Nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2020 dipastikan turun dan mentok pada angka Rp 3,8 triliun. Angka ini tidak bisa dinaikkan lagi mengingat kondisi keuangan negara yang sangat berdampak ke penerimaan daerah.

Pj Sekda Mimika, Jeny Usmani, SPd MPd yang ditemui usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Mimika, Rabu (9/9) kemarin mengatakan materi APBD Perubahan sudah disusun oleh tim anggaran. Bahkan kata dia sudah siap didorong ke DPRD untuk dibahas bersama.

Saat ini kata Jeny, baik eksekutif dan legislatif sama-sama bekerja secara maraton untuk menyelesaikan agenda daerah. Setelah LKPJ langsung dilanjutkan pembahasan APBD Perubahan dan berikutnya APBD Tahun 2021.

Dalam APBD Perubahan kata Jeny, lebih fokus pada kegiatan yang memang tidak diakomodir dalam APBD induk. Tapi jenis program dipertimbangkan terutama dari sisi waktu. Kegiatan yang urgen dan bisa diselesaikan dengan sisa tahun anggaran pasti bisa diakomodir.

Kepala Bappeda Mimika, Ir Yohana Paliling, MSi yang ditemui pada kesempatan yang sama mengatakan proyeksi APBD Perubahan masih Rp 3,8 triliun. Tidak bisa lagi dipaksakan untuk naik melihat potensi pendapatan yang dipastikan turun karena dampak Covid-19.

Saat ini kata dia, sedang dilakukan harmonisasi program kegiatan usulan dari OPD. “Kita lihat yang bisa dilaksanakan disesuaikan keuangan karena memang kita defisit jadi jangan sampai kita berhutang lalu tidak diselesaikan,” katanya.

Dari sisi waktu yang semakin mendesak karena sudah memasuki akhir tahun maka kegiatan fisik tidak diakomodir lagi. Semua usulan kegiatan fisik digeser ke APBD Tahun 2021 mendatang. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *