oleh

Dana Sudah Terserap 85 Persen, Kasus Covid-19 Belum Tuntas

Dalam penanganan Covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika sangat tanggap. Berbagai kebijakan diambil termasuk mengalokasikan anggaran yang nilainya terbilang cukup tinggi mencapai Rp 200 miliar lebih.

Fasilitas dibenahi dan peralatan dilengkapi. Kasus yang ditemukan langsung ditangani. Tidak hanya dari sisi kesehatan, penanganan sosial juga dilakukan dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Keseriusan Pemda Mimika melibatkan berbagai unsur dalam penanganan Covid-19 terlihat nyata. Hasilnya bahkan bisa terlihat setelah sekitar 4 bulan dengan penemuan kasus cukup tinggi, akhirnya bisa ditekan pada Bulan Juli sejak penemuan kasus pertama akhir Maret. Turunnya kasus membuat Pemda berani mengambil kebijakan new normal hingga saat ini.

New normal bukan berarti wabah Covid-19 di Mimika sudah berakhir. Bahkan berdasarkan data yang dirilis Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 pada Selasa (8/9) lalu masih ada penambahan sehingga secara kumulatif kasus mencapai 875.

Masih ada 138 pasien yang harus ditangani. Dimana sebagian besar berada di wilayah Kota Timika. Pada wilayah Distrik Mimika Baru ada 50 kasus aktif, Wania ada 21 kasus aktif, 31 dari Distrik Mimika Timur Jauh, 28 kasus dari Distrik Tembagapura dan 8 kasus dari Kuala Kencana.

Disaat kasus kembali menanjak, anggaran penanganan yang nilainya mencapai Rp 200 miliar lebih sudah terserap 85 persen. Itu diungkapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Marten Mallisa yang ditemui di Gedung DPRD Mimika, Rabu (9/9) kemarin.

Dana Covid-19 dianggarkan dalam pos bantuan tak terduga. “Kalau lihat serapan dana sudah 85 persen. Tinggal beberapa yang belum, mungkin itu terkait dengan bangunan fisik. Kalau yang bukan fisik itu sudah semua 100 persen,” tuturnya.

Marten Mallisa mengatakan, tidak ada lagi tambahan anggaran untuk Covid-19 karena semuanya sudah dilakukan. Sekarang tinggal menunggu pertanggungjawaban dari masing-masing instansi teknis yang menggunakan dana Covid-19. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *