oleh

Pemda Mimika Siap Bahas Tahap Batas dengan Deiyai

PEMERINTAH Kabupaten Mimika dalam waktu dekat akan mengundang Pemerintah Kabupaten Deiyai untuk membahas permasalahan tapal batas wilayah yang saat ini sedang dipermasalahkan masyarakat Mimika. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Perencenanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Yohana Paliling, Rabu (9/9) di Gedung DPRD Mimika.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pertemuan, maka hasilnya dari pertemuan tersebut akan dilanjutkan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional agar permasalahan tersebut bisa segera diselesaikan dan tidak ada kesalah pahaman lagi serta untuk mempercepat pelaksanaan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

“Ada sekitar 15 poin yang harus diselesaikan dan sudah berjalan selama dua tahun terakhir. Dan saat ini diusahakan agar paling lambat September 2020 ini sudah selesai dan perubahan peninjauan kembali RTRW bisa diperdakan,” tegasnya.

Sebelumnya RTRW 2019-2039 sudah ada, namun harus kembali diperbaharui sebagaimana aturan bahwa setiap lima tahun berjalan RTRW bisa ditinjau kembali jika sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini, dimana ada pertambahan jumlah penduduk, penambahan jumlah distrik dari sebelumnya 12 menjadi 18 Distrik dan juga tentang penyesuaian kawasan-kawasan yang telah berubah seperti, kawasan pariwisata, kawasan industri, kawasan perkotaan, pemukiman yang semuanya harus disesuikan kembali.

“Itu penyesuaian-penyesuaiannya sudah dibahas oleh konsultan kita. Terus tinggal rekomendasi dan juga harus disampaikan kepada DPRD untuk disepakati untuk ditetapkan sebagai Perda,” tutupnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *