oleh

Ratusan Guru Terancam Pensiun Dini

Mengikuti kebijakan pemerintah pusat, ratusan guru di Mimika terancam pensiun dini. Ini disebabkan mereka belum memenuhi kualifikasi pendidikan sarjana strata satu. Sebagian besar adalah guru PNS yang lulus SPG.

Pj Sekda Mimika, Jeny Usmani, SPd MPd yang juga Kepala Dinas Pendidikan Mimika mengatakan, kebijakan itu tidak dibuat oleh Pemda Mimika, tetapi pemerintah pusat. Sejak awal aturan itu sudah disosialisasikan dan mengimbau agar guru yang belum berpendidikan S1 untuk melanjutkan pendidikan.

Ada sekitar 100 lebih guru di Mimika yang belum bergelar sarjana. Sebenarnya, jumlahnya lebih banyak, tapi secara mandiri sudah melanjutkan pendidikan sehingga sudah memenuhi kualifikasi dan tidak harus pensiun dini.

Pemda Mimika tidak bisa berbuat banyak terhadap ratusan guru tersebut. Karena tidak bisa dipaksakan untuk ditempatkan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Jadi memang untuk menegakkan aturan kita serba salah. Tapi apa yang mau diikuti, aturan atau kebiasaan. Untuk menjadi pimpinan sangat sulit, karena semua kebijakan tidak bisa diterima semua orang, tapi kalau harus dilakukan, maka harus tetap dilakukan,” terangnya.

Undang Undang tentang Dosen dan Guru ditegaskan Jeny, sudah sangat jelas. Bahwa guru yang profesional harus punya ijazah S1. Jika mengikuti aturan, maka guru di Mimika yang belum S1 harusnya tidak boleh lagi mengajar sejak Tahun 2016. Makanya, guru yang bukan S1 dan belum sertifikasi, tidak boleh dapat tambahan penghasilan dari pemerintah pusat.

Disdik sudah sosialisasi. Malah sudah bekerjasama dengan Universitas Cenderawasih. Tapi para guru meminta dibiayai oleh Pemda. Menurut Jeny, menyangkut pengembangan diri, harusnya menjadi tanggungjawab diri sendiri. “Guru yang sudah bekerja, insentif dibayar setiap bulan, harus dibiayai gimana dong,” tandasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *