oleh

Ratusan Pedagang Ditertibkan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika bersama Tim Gabungan Penertiban dan Penataan Pasar Sentral, Jumat (11/9) kemarin benar-benar melaksanakan penertiban dan relokasi sejumlah pedagang di Pasar Lama (Eks Pasar Swadaya Timika) sesuai dengan yang mereka rencanakan dan sosialisasikan sebelumnya. Ratusan pedagang, baik dari kalangan mama-mama Papua, maupun pedagang lainnya, seluruhnya dipindahkan ke Pasar Sentral Timika.

Beberapa petugas membantu tengah membersihkan sisa lapak milik pedagang di Pasar Lama.

Penertiban Dilakukan Sejak Subuh

Tim Gabungan yang terdiri atas Disperindag, Satpol PP, TNI/POLRI, Dinas Perhubungan mulai bergerak saat Subuh, atau sekitar Pukul 05.00 WIT menjaga area Jalan Bhayangkara dan Bougenville. Strategi itu terbilang efektif, setiap pedagang yang datang langsung diarahkan ke Pasar Sentral.

“Kita blok duluan tempat ini (Pasar Lama), sehingga tidak ada lagi yang masuk. Kita sudah siapkan transportasi untuk antar ke Pasar Sentral,” kata Kepala Disperindag, Michael Gomar di sela relokasi.

Ia mengatakan setelah menertibkan Pasar Lama, target berikutnya adalah area Gorong-Gorong. Ia menegaskan, area Jalan Bhayangkara dan Gorong-Gorong bukan pasar. Aktivitas jual beli dipusatkan di Pasar Sentral yang merupakan pasar legal yang dibangun pemerintah untuk menampung semua pedagang yang masih berjualan di Pasar Lama dan Pasar Gorong-Gorong dan semua pedagang yang masih berjualan di sepanjang jalan.

Di Pasar Sentral, tim Disperindag sudah siap. Setiap pedagang dari Pasar Lama yang tiba langsung dibagi dan diarahkan langsung menempati los, lapak dan gedung yang tersedia. Sarana dan prasarana di Pasar Sentral pun sudah sangat siap. Gedung baru sudah dibangun untuk pedagang mama-mama Papua yang selama ini masih bertahan berjualan di Pasar Lama dan Gorong-Gorong.

Awalnya penertiban ini berjalan baik, namun sektar pukul 08.30 mama-mama Papua saat hendak dijemput bus Bintang Laut untuk diantar ke Nayaro, mulai ribut dan tetap menolak untuk direlokasi, serta mengaku akan tetap kembali berjualan di pinggir Jalan Bhayangkara saat mereka kembali dari Nayaro.

Kapolsek Miru, Kompol Saraju pun turun tangan untuk menenangkan masyarakat dan berusaha menjelaskan maksud penertiban dan relokasi tersebut. Beberapa di antara mama-mama Papua menerima, tetapi yang lainnya tidak mau tahu.

Penertiban ini merupakan kali kedua. Dalam penertiban sebelumnya, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng juga turun langsung, namun pedagang tetap kembali dan berjualan. Upaya menertibkan pedagang di Pasar Sentral bukan kali pertama.

“Kami (Tim Gabungan) sudah bersepakat untuk menjaga, mengawasi sampai Bulan Desember dan tahun 2021 akan berlanjut terus. Kita akan jaga disini. Teman-teman Satpol akan menjaga supaya tidak ada yang kembali berjualan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Dinas Satpol PP, Anton Bugaleng membenarkan siap menurunkan anggotanya untuk memantau dan mengawasi area Jalan Bhayangkara agar tidak ada yang kembali berjualan di sepanjang bahu dan badan jalan.

Ia berharap penertiban ini menjadi penertiban yang terakhir. Pedagang yang direlokasi menetap di Pasar Sentral menggunakan gedung-gedung yang sudah disiapkan. Tidak panas-panasan dan kehujanan di Pasar Lama.

Adapun mama-mama Papua yang direlokasi pada pagi hari ke Pasar Sentral didata kembali untuk dibagikan lapak yang ada. Sebagian menolak untuk masuk, namun setelah mendengarkan arahan dari tim gabungan, akhirnya mereka pun masuk.

Usai dilakukan penertiban, situasi di Pasar Lama tampak lengang. Tidak ada lagi pedangang yang berjualan di pinggir jalan. (ptb)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *