oleh

Kondisi Satu Korban Tembak Mulai Membaik

Yang Dirawat di RSMM

Satu dari dua orang korban penembakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa, Intan Jaya yang bernama Fathur Rahman, kondisinya pada Selasa (15/9) kemarin sudah mulai membaik setelah menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (Caritas) Timika.

Menurut Ketua Ikatan Masyarakat Bima Dompu (IMBD) Kabupaten Mimika, Muhammad Yani di RSMM, Selasa (15/9) kemarin, sebelumnya Fathur Rahman bersama seorang warga lainnya dievakuasi ke RSUD Mimika pada Senin usai menjadi korban kekerasan KKB di Distrik Sugapa. Namun setelah mendapatkan perawatan di RSUD, Fatur Rahman dirujuk ke RSMM pada sore harinya.

“Syukur tadi malam sudah dilakukan operasi bedah selama lima jam. Korban sekarang sudah keluar dan ada di ruang ICU. Kami tetap mendampingi untuk mengetahui sejauh mana penanganannya,” ujar Muhammad Yani.

Muhammad Yani menjelaskan, menurut pengetahuannya, korban saat ini sudah bisa mendengar dan menggerakkan badannya. Korban juga sudah bisa merespon pertanyaan yang diajukan kepadanya. “Artinya sudah lumayan membaik. Walaupun katanya ia masih merasakan sakit,” sambungnya.

Kepada wartawan, ia juga menyebut jika korban mengalami luka yang berada di bagian perut bawah (di bawah pusar). Selain itu ia menyampaikan saat dirawat, korban juga mendapat bantuan darah donor golongan AB dari sejumlah pihak, termasuk TNI dan Polri pada Senin malam.

Diketahui, korban Fathur Rahman sendiri sudah tinggal di Distrik Sugapa sejak 6 Tahun lalu. Dulunya, ia bekerja sebagai pegawai di salah satu bank di Intan Jaya. Belakangan ia kemudian menjadi tukang ojek di wilayah tersebut. Ia sendiri berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Intan Jaya mau menengok Fathur yang masih terhitung sebagai warga di Intan Jaya.

Dalam hal pengungkapan pelaku kekerasan, mewakili keluarga, Muhammad Yani menyatakan telah menyerahkan sepenuhnya kepada aparat TNI – Polri untuk mengungkap pelaku kekerasan tersebut. Sementara ia mengharapkan, kejadian kekerasan tak lagi ada di Distrik Sugapa, maupun di wilayah lain di Papua kedepannya.

“Saya mewakili kelurga kami tetap prihatin. Semoga persoalan ini dapat terungkap siapa pelaku sebenarnya,” harap Yani.

Muhammad Yani menambahkan, korban hidup di Intan Jaya tanpa keluarga, alias masih bujang. Keluarga korban ada di Kabupaten Bintuni, Papua Barat.

Sebelumnya, dua tukang ojek yang ditembak KKB di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, dievakuasi ke rumah sakit di Timika.

“Memang betul kedua yang mengalami luka akibat ditembak Minggu (13/9) dievakuasi Senin (14/9) ke Timika untuk mendapat penanganan medis terhadap luka tembak yang dideritanya,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal kepada Antara di Jayapura, Selasa.

Kedua tukang ojek tersebut adalah Fathur Rahman (23) yang mengalami luka tembak di bawah pusar, sedangkan Laode Anas Munawir (33) luka tembak di lengan tangan sebelah kanan stabil.

Keduanya menjadi korban penembakan saat mereka berada di Wabogombugapa, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Evakuasi terhadap kedua korban dilakukan menggunakan pesawat Rimbun Air DHC6-400 dengan nomor penerbangan PK-OTJ.

Belum dipastikan para pelaku berasal dari kelompok mana, aku Kamal seraya mengatakan, anggota masih melakukan penyelidikan. Sebab ada beberapa kelompok KKB yang beroperasi di sekitar Kabupaten Intan Jaya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *