oleh

Masyarakat Sempat Ribut di eks Pasar Swadaya

Karena Tak Diangkut Bus ke Tanggul Barat

Kepolisian Resor Mimika dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mimika, menengahi adanya salah-paham antara masyarakat yang tinggal di Jalan Bhayangkara, dengan pihak Bus Maria Bintang Laut setelah sempat terjadi keributan.

Kejadian ribut-ribut itu berlangsung Selasa (15/9) pagi di sekitar eks Pasar Swadaya, akibat tidak diangkutnya masyarakat dengan bus.

Berdasarkan informasi yang diterima Radar Timika Selasa siang, kejadian ini bermula pada Selasa pagi sekitar jam 7, di mana dua bus Maria Bintang Laut yang parkir di sekitar eks Pasar Swadaya, tiba-tiba berjalan tanpa mengangkut penumpang.

Biasanya, penumpang yang diangkutnya adalah masyarakat di sekitar Jalan Bhayangkara, yang hendak menuju tanggul barat untuk memanen hasil kebun.

Sejam kemudian, masyarakat mulai berbondong datang untuk menunggu bus kembali. Belakang setelah diketahui bus sempat ada dan tiba-tiba berputar arah, dua orang masyarakat yang dipercayakan kemudian menghubungi pihak bus. Tetapi lebih setengah jam usai dihubungi, bus tak kunjung datang. Pada saat ini pula, diduga masyarakat mulai emosi, karena khawatir hasil yang tidak dipanen nantinya akan busuk.

Pada sekitar jam 09.00 pagi, para pedagang ratusan pedagang dan masyarakat tersebut kemudian merusak tenda milik Dinas Perhubungan yang dipasang di sekitar eks Pasar Swadaya. Selain itu juga, diduga ada sejumlah masyarakat yang melempari petugas Satpol PP dengan menggunakan batu.

Tidak lama kemudian, personel Polsek Miru yang dipimpin Wakapolsek Miru, AKP Handoyo Prasetyo datang ke tempat tersebut. Di mana kemudian polisi mencoba membantu untuk menghubungi pengemudi bus. Menyusul datang pula personel Polres Mimika dan Dalmas, yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Mimika, AKP Dionisius Helan yang mencoba melakukan dialog untuk menenangkan massa.

“Kami juga meminta agar masyarakat membubarkan diri, karena saat itu busnya sudah dalam perjalanan datang ke pasar untuk menjemput masyarakat,” tulis Kapolsek Miru, Kompol Sarraju melalui pesan singkat.

Dituliskan pula, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Mimika, Laitam Gredenggo melakukan dialog dengan masyarakat, yang sebelumnya meminta agar bus tetap disiagakan di Pasar Sentral hingga berakhirnya jam dagang. Namun yang menjadi kendala adalah, bus tersebut hanya bisa beroperasi sampai jam tiga sore.

“Hampir sekitar setengah sebelas, baru bus Maria Bintang Laut datang dan membawa warga, yang akan pergi ke Tanggul Barat memanen hasil kebunnya. Setelah itu masyarakat membubarkan diri dengan tertib. Jadi dugaannya bahwa keributan terjadi, karena ada hal yang luput saat berkomunikasi antara pengendara bus dan masyarakat. Itu saja,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *