oleh

YGAB Agendakan Kompetisi Sepak Bola Gawang Mini

Dalam rangka memeriahkan HT Yayasan Generasi Amungme Bangkit (YGAB) yang ke-6 pada 15 Oktober 2020 mendatang, akan digelar kompetisi sepak bola gawang mini pada 19-12 Oktober 2020 yang berlokasi di Lapangan samping Gedung Eme Neme Yauware.

Dengan mengusung thema HUT, yakni “Bersatu dalam perbedaan dan berbeda dalam persatuan”, YGAB berharap lewat kompetisi sepak bola gawang mini ini diharapkan bisa menjadi pemersatu suku-suku yang ada di Kabupaten Mimika.

Ketua YGAB, Menuel John Magal, SE dalam jumpa persnya dengan awak media di kantor sekretariatnya Jalan Perjuangan Timika Indah, Rabu (16/9) berharap kompetisi ini bukan hanya diikuti oleh anak-anak muda saja, melainkan juga masyarakat Mimika secara luas.

Lewat kompetisi ini dan dengan thema yang ada sebutnya, bisa menjadi media pemersatu antara masyarakat yang berbeda-beda suku.

“Kita bersama-sama menjalin persatuan melalui kompetisi ini, tidak hanya merebut juara satu, kami ingin mempertemukan suku-suku, kami harapkan melalui kompetisi ini bisa menyatukan perbedaan dalam keberagaman di Kabupaten Mimika,” jelas Menuel.

Setelah dilaksanakan pertama kalinya di tahun ini, Menuel berharap agar event yang sama bisa dilaksanakan pada tahun depan. Dengan total hadiah Rp 100 juta, nantinya sebut Menuel, pihaknya akan memberikan piala dan hadiah berupa uang tunai kepada para pemenang masing-masing juara 1 sampai tiga tim putra dan putri.

Untuk juara 1 sampai tiga, selain mendapatkan piala juga akan mendapatkan uang tunai yakni juara 1 tim putra uang tunai sebesar Rp 30 juta, juara 2 sebesar Rp 20 juta, juara 3 sebesar Rp 10 juta. Bagi tim putri juara pertama sebesar Rp 15 juta, juara ke dua sebesar Rp 12 juta dan juara ke tiga sebesar Rp 8 juta.

Piala pun kata Menuel, dirancang khusus dengan thema honai Papua. Walaupun dengan waktu yang cukup mepet, namun ia berharap masyarakat yang belum bergabung dan mendaftar untuk ikut kompetisi ini, bisa langsung mendaftarkan timnya di kantor sekretariat YGAB.

Ditambahkanya, lewat kompetisi ini ada harapan besar yang ingin dibawa oleh YGAB yakni mempersatukan masyarakat yang berbeda budaya agar dapat hidup harmonis dan berdampingan sebagai satu kesatuan masyarakat Kabupaten Mimika.

“Kami harap lewat kompetisi ini juga dapat mempersatukan budaya, tidak ada sekat-sekat, suku-suku, ras  dan lainya,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *