oleh

Dua Tersangka Kasus Pencurian Ratusan Juta Diserahkan ke Jaksa

Setelah berkas dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, maka penyidik Satreskrim Polres Mimika, Jumat (11/9) lalu telah menyerahkan dua tersangka masing-masing berinisial LOR dan A, yang merupakan tersangka kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) ke Kejari Mimika.

“Hari Jumat lalu, kita sudah serahkan dua tersangka kasus pencurian uang Rp 115 juta di Poumako itu ke jaksa,”kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Mimika, Iptu Andi Suhidin, SH MSi yang ditemui Radar Timika, Kamis (17/9) kemarin di ruang kerjanya.

Menurut KBO Satreskrim, bahwa kedua tersangka diserahkan ke Kejari Mimika berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/495/VII/2020/P/RM, tanggal 16 Juli 2020.

“Sebelum kita serahkan ke jaksa, kita lakukan pemeriksaan kesehatan lebih dulu dan dari hasil pemeriksaan dinyatakan sehat, maka kita langsung bawa ke kantor Kejaksaan,”ungkap Iptu Andi.

Untuk diketahui bahwa kedua tersangka diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Mimika, Kamis (16/7) lalu. Yang mana untuk tersangka LOR diamankan di rumahnya di kompleks Kebun Siri, sementara tersangka A diamankan di Jalan Serui Mekar.

Keduanya diamankan, karena melakukan tindak pidana pencurian pada salah satu mobil milik warga, yang terparkir di Kawasan Pelabuhan Pomako. Dalam aksi pencurian itu, kedua tersangka berhasil mengambil uang tunai Rp 115 juta.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu buah handphone Nokia, satu buah handpone Vivo, satu buah handphone Samsung.

Kemudian satu buah kalung emas seberat 5,13 gram, satu buah mata kalung seberat 23 krat dan satu buah kalung emas seberat 5,14 gram.

Akibat perbuatan mereka, tersangka LOR dan A dipersangkakan Pasal 363 KUHP, yang berbunyi “Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk dapat mengambil barang yang hendak dicuri itu, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu”. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *