oleh

Pemerintah Diminta Tindak Tegas Masyarakat yang Abai Protokol Kesehatan

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika diminta untuk dapat menindak dengan tegas masyarakat yang hingga kini masih mengabaikan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran covid-19. Tindakan tegas ini harus diambil, sebab kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika sampai Kamis lalu saja terdapat 32 kasus baru dari 280 kasus yang ditangani Pemda Mimika.

Agar kasus Covid-19 di Mimika tidak semakin meningkat lagi, maka Pemda diharapkan dapat menindak tegas masyarakat yang masih acuh tak acuh terhadap penerapan protokol kesehatan.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi C DPRD Mimika, Semuel Bunai saat dihubungi Radar Timika, Jumat (18/9) melalui sambungan telepon.

Dikatakan, dengan penerapan masa new normal kini, masyarakat seakan tidak lagi takut akan bahaya Covid-19. Masyarakat sebutnya, masih dengan bebas melakukan aktivitas di luar rumah tanpa mengenakan masker. Bahkan kini masyarakat juga dengan bebasnya mengabaikan protokol kesehatan lainya, yakni menjaga jarak dan mencuci tangan. Ia menyebutkan, masyarakat banyak yang mengikuti kegiatan yang melibatkan banyak orang dan tidak menjaga jarak.

“Kini kita bisa lihat masyarakat di mana-mana bebas, aktivitas seperti biasa, seperti sudah tidak ada Covid-19. Mereka dengan santai tidak jaga jarak, tidak pake masker dan tidak lagi mencuci tangan yang disediakan di tempat-tempat umum,” sebutnya.

Agar kasus penyebaran Covid-19 ini tidak semakin bertambah setiap harinya, politisi Perindo ini berharap pemerintah bisa melibatkan aparatur pemerintahan paling bawah yakni RT untuk membentuk membentuk pos-pos di masing-masing RT. Pembentukan pos dilakukan agar aparatur RT bisa mengontrol warganya yang tidak menerapkan protokoler kesehatan.

Juga, sebutnya harus ada aturan yang tegas oleh pemerintah terhadap masyarakat yang masih abaikan protokoler kesehatan, dengan diberikan sanksi agar tidak diikuti oleh masyarakat lainnya.

“Pemerintah harus libatkan ketua-ketua RT untuk bentuk pos di masing-masing tempat tinggal masyarakat ini, agar pengawasan kepada masyarakat yang masih abai dengan protokol kesehatan ini lebih maksimal. Kalau perlu ada sanksi tegas agar tidak diikuti masyarakat lain,” tegas Semuel.

Sementara itu, di lain kesempatan, organisasi Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Mimika yang dipimpin ketuanya, Mesini Susilowati dan beberapa anggotanya langsung turun ke Pasar Sentral untuk membagi-bagikan masker dan hand sanitizer kepada mama-mama Papua yang berdagang.

Mesini mengakui jika mama-mama ini harus terus didukung dan diingatkan kembali untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas di pasar, agar terhindar dari Covid-19.

“Kami harap masker yang kami berikan ini berguna dan mama-mama bisa terus menggunakannya selama berjualan agar terhindar dari virus corona,” tukasnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *