oleh

Kapen Kogabwilhan III: KKSB Cari Perhatian Sidang Umum PBB

Rentetan Korban Kontak Senjata di Intan Jaya

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Kolonel Czi I Gusti Nyoman Suriastawa menilai, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua makin beringas menjelang sidang umum PBB pada 22-29 September 2020 mendatang.

Di mana dalam beberapa hari terakhir, KKSB melakukan sejumlah penyerangan di Kabupaten Intan Jaya, yang menewaskan masyarakat sipil dan juga anggota TNI.

Dalam rilis yang disampaikannya melalui pesan singkat, Minggu (20/9), Kolonel Suriastawa menuliskan, pada beberapa hari terakhir sudah jatuh sejumlah korban. Seorang tukang ojek bernama Badawi dipastikan mengalami putus lengan dan tewas di tempat, dan dua anggota TNI lainnya bernama Serka Sahlan dan Pratu Dwi Akbar Utomo meninggal akibat kontak senjata yang terjadi pada Jumat dan Sabtu (18-19 September).

“Seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani jadi korban keganasan kelompok ini juga. Yang bersangkutan menjadi korban penembakan pada Sabtu pukul 18.00 sore lalu,” tulisnya.

Sebelumnya, pada hari yang sama sekitar jam satu siang, salah satu personel Satgas Apter terkena tembakan. Korban bernama Pratu Dwi Akbar Utomo ditembak sekitar pukul 14.30 sore dan dinyatakan meninggal dunia. Yang bersangkutan merupakan anggota Yonif 711/RKS Brigif 22/OTA Kodam XIII Merdeka, yang bertugas sebagai satgas BKO aparat territorial Koramil Persiapan Hitadipa, Intan Jaya.

“TNI kembali berduka atas kejadian ini, namun tetap bertekad untuk bersama-sama dengan Polri menjaga kedamaian di Tanah Papua,” jelasnya.

Menurutnya, sejumlah kejadian itu dilakukan untuk menarik perhatian jelang sidang PBB. Di mana ia menyatakan bahwa KKSB menyebar fitnah dengan mengatakan, bahwa kejadian tersebut adalah perbuatan TNI yang bertugas di Papua.

“Inilah yang saya khawatirkan, bahwa rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah buatan mereka yang kemudian diputar-balikkan menjadi perbuatan TNI. Harapan mereka ini menjadi perhatian di Sidang Umum PBB. Maka saya tegaskan ini semua fitnah keji dari KKSB,” ungkapnya.

“Dari sejak Minggu pagi, tiga akun medsos mereka mulai menyebarkan berita bohong dengan memutarbalikkan fakta. Fitnah mereka di medsos jelas sudah settingan dan rekayasa, untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI-Polri dan pemerintah menjelang SU PBB,” sambungnya.

Untuk itu, Kolonel Suriastawa mengimbau kepada warga untuk tidak terprovokasi dengan kabar seperti itu. Apalagi yang disebarkan melalui media sosial.

“TNI membantu Polri bertugas untuk melindungi masyarakat dari kekejaman KKSB seperti yang mereka tunjukkan dalam seminggu terakhir. TNI-Polri justru melindungi masyarakat dari aksi mereka,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *