oleh

Pasar Sentral Jadi Episentrum Penularan Covid-19

Berdiam diri di rumah jika tidak ada keperluan mendesak, tampaknya harus menjadi pilihan utama dalam situasi wabah Covid-19 seperti saat ini. Kalaupun beraktivitas di luar rumah, haruslah menerapkan protokol kesehatan.

Penularan Covid-19 di Mimika sekarang ini setidaknya ada sekitar 11 klaster. Dimana Pasar Sentral menjadi salah satu episentrum. Itu terjadi karena beberapa pedagang serta tukang ojek yang mangkal di Pasar Sentral dinyatakan positif Covid-19. Bahkan tukang ada tukang ojek yang meninggal dunia karena Covid-19.

Melihat situasi sekarang ini Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra ketika ditemui di Hotel Horison saat menghadiri kegiatan Senin (21/9) kemarin mengajak masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan. “Pemerintah masih tetap menjaga masyarakat. Tapi hari ini adalah masyarakat harus bisa menjaga masyarakat. Keluarga harus bisa menjaga keluarga,” katanya.

Warga harus menghindari beberapa area yang menjadi pusat atau episentrum penularan Covid-19. Seperti Pasar Sentral, kawasan Gorong-gorong dan Jalan Kartini Jalur 2. “Saya harus menyampaikan ini dengan tidak bermaksud memojokkan siapapun atau mendiskreditkan siapapun, tetapi harus disampaikan supaya orang sehat bisa dilindungi,” tegasnya.

Di Pasar Sentral ada sejumlah pedagang yang positif Covid-19. Setidaknya 10 sampai 15 pedagang bahkan lebih yang mengalami gangguan indra penciuman. Gejala yang sama dialami tukang ojek positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Jalan Kartin Jalur 2 juga menjadi salah satu area yang disarankan untuk dihindari sebab ada temuan kasus baru. Dari 47 kasus baru pada dua hari lalu dua diantaranya dari Jalan Kartini. Begitu juga ketika masyarakat ke bank, PLN, Puskesmas dan rumah sakit harus mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Reynold, masyarakat bisa berbelanja ke Pasar Sentral tapi dikhawatirkan kembali membawa virus. Sebab Pasar Sentral menjadi episentrum. Pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 mulai dari pedagang ikan, sayur, pakaian hingga tukang ojek yang mangkal.

Menyikapi itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah menyiapkan beberapa aturan namun masih menunggu adanya kesepakatan bersama. Dimana nantinya jam operasional Pasar Sentral hanya mulai pukul 05.00 WIT sampai 17.00 WIT. Selebihnya tidak boleh ada aktivitas lagi dan portal akan ditutup.

Kemudian semua pedagang dan pengunjung wajib memakai masker saat berda di kawasan Pasar Sentral. Bahkan ketika pembatasan sosial diberlakukan maka hanya Pasar Sentral yang akan ditutup. “Tapi soal pembatasan jam operasi masih menunggu keputusan bersama,” ujar Kepala Disperindag, Michael Gomar ketika dihubungi Radar Timika. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *