oleh

Mimika Kembali Pembatasan Sosial

Menyikapi tingginya penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Mimika dalam sebulan terakhir atau pada masa new normal tahap empat yang meningkat 15 kali lipat maka Mimika resmi kembali menerapkan pembatasan sosial.

Kebijakan itu merupakan kesepakatan bersama yang ditandatangni  Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH, Wakil Bupati, Johannes Rettob, SSos MM bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dalam pertemuan Rabu (23/9) kemarin. Kesepakatan ini berlaku selama 14 hari kedepan mulai (24/9) sampai (7/10).

Aktivitas Diizinkan  Pukul 06.00 – 21.00

Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan mengatakan telah ditetapkan perpanjangan status new normal atau tatanan hidup baru dengan melakukan pembatasan sosial. Dimana warga hanya diizinkan beraktivitas mulai Pukul 06.00 WIT sampai 21.00 WIT. “Pukul 21.00 WIT (jam 9 malam) bukan masyarakat baru pulang ke rumah. Tetapi sebelum jam 9 masyarakat sudah harus bergegas ke rumah. Tepat pukul 21.00 tidak ada lagi aktivitas,” tegasnya.

Jam aktivitas ini akan kembali dievaluasi 14 hari kedepan. Jika kasus masih terus meningkat maka pembatasan akan diperketat lagi. Waktu beraktivitas dikurangi hanya sampai Pukul 19.00 WIT. Itu akan mengikuti situasi Covid-19.

Meski sudah ditetapkan dan mulai berlaku hari ini namun pemberlakuan secara efektif baru dimulai Senin (28/9) mendatang. Selama empat hari kedepan akan dilakukan sosialisasi bersama Pokja Covid-19 dan tim gabungan TNI dan Polri.

Ada pengecualian bagi usaha di bidang logistic dan bahan pokok, bahan bakar, kesehatan, tenaga medis dan evakuasi pasien, PLN, Telkomsel, karyawan perhotelan, tenaga konstruksi, operator dan tenaga kerja di bandara dan pelabuhan hingga karyawan PTFI yang direkomendasikan oleh pimpinan untuk bisa beraktivitas di luar jam yang ditetapkan.

Tempat hiburan hanya bisa beroperasi mulai Pukul 06.00 sampai 21.00 WIT, termasuk tempat hiburan malam. Pasar tradisional disatukan di Pasar Sentral dengan alasan lebih mudah pengaturan dan pengawasan. Sehingga pasar tradisional seperti Pasar Gorong-gorong dan Pasar SP 2 ditutup.

Mengenai mobilitas pekerja PTFI, jika yang diperketat selama ini adalah wilayah Tembagapura sekarang ini adalah Portsite. Dimana pekerja yang keluar masuk Portsite harus rapid test maupun swab tes PCR.

Penerbangan pesawat komersil tetap dibuka. Namun bagi penumpang diwajibkan menunjukkan surat keterangan rapid test dengan hasil non reaktif. Menunjukkan surat keterangan bebas gejala influenza. Pengawasan akan kembali diperketat di pintu masuk baik bandara maupun udara.

Reynold menambahkan, Peraturan Bupati juga sudah disiapkan menyangkut penegakan protokol kesehatan. Setelah disetujui oleh Kepala Kejaksaan Negeri Timika dan Kapolres Mimika, maka Perbup itu siap diterapkan. Termasuk penegakan sanksi. “Objeknya dua individu dan badan usaha. Bisa saja sanksi yang diberikan kepada individu sanksi sosial. Kalau badan usaha bisa saja izin usaha dicabut,” terangnya.

Aktivitas perkantoran pemerintah maupun swasta diwajibkan hanya maksimal diisi 25 persen pegawai dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. 75 persen lainnya bekerja dari rumah atau work from home. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *