oleh

Peringati Hari Tani, Distanbun Menanam Padi Bersama Petani

TIMIKA – Memperingati Hari Tani Nasional yang ke 57 tanggal 24 September 2020 Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika, menggelar kegiatan penanaman padi dan panen hortikultura di dua lokasi yang ada di Mimika, Kamis (24/9).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua tempat, yakni melakukan penanaman padi bersama petani yang berlokasi di SP 7 Kampung Mulia Kencana dan panen tanaman hortikultura bersama kelompok Tani Harapan Indah Kelurahan Pasar Sentral.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Alice Irene Wanma kepada Radar Timika usai melaksanakan kegiatan, Kamis (24/9), mengatakan dalam memperingati Hari Tani Nasional tahun ini mengusung tema Pertanian Andalan Ekonomi Nasional Pada Masa Covid-19.

“Bertemu dengan para petani hari ini merupakan kehormatan bagi saya. Karena kalau bukan petani kita mau makan apa,” ucapnya.

Karena setiap orang pasti membutuhkan pangan. Kedepannya urusan pangan akan menjadi rebutan di seluruh negara manapun, karena kuncinya ada di produksi dan ketersediaan pangan.

“Maka dari itu mulai sekarang kita harus bersiap-siap agar yang namanya kebutuhan pangan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan kalau perlu bisa kita ekspor ke wilayah-wilayah luar,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya mengapresiasi semangat dari para petani khusus untuk petani sawah di SP 7, dimana mereka diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Mimika.

“Kita tahu padi atau beras merupakan kebutuhan pokok bangsa kita, termasuk untuk masyarakat di Mimika saat ini. Dimana masyarakat asli Mimika juga telah beralih pola konsumsi pangan dari sagu dan umbi-umbian beralih untuk mengkonsumsi beras sebagai kebutuhan dasar,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kondisi ini tentunya mengakibatkan tekanan peningkatan produksi padi atau beras secara nasional.

“Sehinga saya mengajak kepada bapak, ibu, para petani untuk selalu melakukan pola konsumsi pangan yang sehat beragam berimbang dan bergizi. Tidak harus selalu makan nasi, tetapi bisa juga dengan umbi-umbian, sagu, daging, ikan, telor, buah-buhan dan sayur-sayuran,” kata Alice.

Ia menyebutkan di Kabupaten Mimika sendiri memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup untuk pembangunan agribisnis diantaranya, sagu, umbi-umbian, padi, kelapa, buah-buhan dan sayuran yang kedepannya diharapkan menjadi prioritas pengembangan ekonomi masyarakat yang dilakukan oleh pelaku usaha pertanian dan tentunya dibutuhkan semangat berkarya dalam menghasilkan produk pangan yang bermutu baik.

Ia menjelaskan kesulitan ekonomi dan persaingan usaha di masa pandemi Covid-19 memaksa para petani dan pelaku usaha pertanian untuk termotivasi dan inovasi dalam menghasilkan produk pertanian unggulan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Ia menerangkan Distanbun berusaha memberikan input produksi baik berupa bantuan bibit, pupuk, pestisida dan alat pertanian sebagai upaya membangun pertanian tangguh dengan sungguh-sungguh guna meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat agar terus tumbuh dan berkembang untuk mewujudkan Mimika sebagai daerah agribisnis yang maju.

Ia menambahkan, Pemda Mimika melalui Distanbun kedepannya terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas komoditi pertanian.

“Tadi kami telah melaksanakan kegiatan di dua tempat dengan mendatangi dua kelompok tani. Untuk kelompok tani di SP 7 tadi, kami juga turut menyerahkan alat atau mesin penggiling padi,’” tukasnya.(itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *