oleh

Anggota Dewan Kritisi Pemusatan Perdagangan di Pasar Sentral

Legislator DPRD Mimika Nathaniel Murib mengkritisi kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, melaluidalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Mimika yang memusatkan kegiatan perbelanjaan dari pasar tradisional ke Pasar Sentral, Jalan Hasanudin.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Mimika ini mengungkapkan kritiknya terhadap kebijakan pemerintah yang memusatkan aktivitas perbelanjaan warga di Pasar Sentral, Jalan Hasanuddin, sebab kini Pasar Sentral adalah salah satu klaster penyebaran Covid-19.

Nathaniel Murib

Natnaniel kepada Radar Timika, Kamis (24/9) kemarin mengatakan, pemusatan pasar itu dinilainya berbahaya karena berpotensi menciptakan kerumunan warga yang lebih masif. Sehingga rentan akan penyebaran virus Corona. Apalagi Dinas Kesehatan telah menyatakan lokasi Pasar Sentral sebagai daerah episentrum COVID-19 yang perlu dihindari warga.

Pemerintah diminta mengkaji kembali keputusannya tentang penertiban pasar di Mimika, berkaca pada angka penambahan COVID-19 di Tanah Amungsa Bumi Kamoro yang kembali merajalela.

“Pemerintah melalui Disperindag diharapkan dapat mengkaji kembali keputusan untuk memusatkan aktivitas masyarakat dalam satu lokasi di Pasar Sentral ini,” jelas Natnaniel.

Pemusatan kegiatan pasar itu dilakukan sebelumnya oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika dengan merelokasi para pedagang yang berjualan di lokasi eks Pasar Swadaya, Pasar Gorong-gorong dan lokasi lainnya oleh tim gabungan Pemkab Mimika. Relokasi pasar telah berjalan baik, tapi kini menghadapi tantangan penyebaran Covid-19.

Pasar Sentral sebagai daerah episentrum wabah perlu direspon cepat oleh OPD teknis terkait, agar penyebaran COVID-19 bisa dikendalikan dengan baik.

Dalam kurun waktu 30 hari terakhir angka COVID mengalami kenaikan lebih dari tiga kali lipat dengan rata-rata 15 kasus baru per hari.

Hingga Rabu malam, kumulatif kasus positif COVID-19 di Kabupaten Mimika berjumlah 1.289 kasus dengan 387 pasien sedang dalam perawatan. Pasien sembuh berjumlah 889 orang dan meninggal 13 orang. (ami)  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *