oleh

Pengangkatan Honorer Diminta Memperhatikan Lama Pengabdian

TIMIKA – Pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS di Kabupaten Mimika secara kolektif oleh pemerintah daerah, diharapkan dapat memperhatikan faktor lamanya pengabdian yang bersangkutan. Agar lebih tepatnya, kepala-kepala dinas yang mengetahui formasi pegawai dan honorer di dinas yang dipimpinnya, diharapkan juga bisa bijak untuk memberikan informasi kepada BKDD.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Golkar, Mariunus Tandiseno saat ditemui Radar Timika, Senin (28/9) di Kantor DPRD. Menurutnya, rencana pengangkatan 97 tenaga honorer secara kolektif menjadi CPNS ini, harus dilaksanakan dengan matang dan benar-benar tepat kepada mereka yang berhak.

“Kami berharap mereka-mereka yang honor sudah lama di situ (dinas-dinas) selama 10 tahun begitu, itu yang harus kita lihat, dari dinas juga yang harus lihat semuanya,” ujarnya.

Mariunus yang juga Anggota Komisi A ini menambahkan, pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS ini juga jangan dibarengi dengan aksi KKN. Dimana, ada tenaga honorer yang baru saja mengabdi beberapa tahun malah langsung diangkat menjadi CPNS.

Kepada kepala-kepala dinas pun kata Mariunus diharapkan tidak memanipulasi data tenaga honorer seperti yang tidak pernah mengabdi namun tiba-tiba diajukan untuk menjadi CPNS.

Pengangkatan tenaga honorer ini pun sebutnya, harus memperhatikan putra-putri Papua, khususnya Amungme dan Kamoro untuk diprioritaskan. Disini kata Mariunus, peran dari kepala dinas juga penting untuk melihat siapa saja tenaga honorer yang mengabdi di dinasnya dengan jangka waktu yang lama dan ditunjang pekerjaan yang baik.

“Masih banyak puntra-putri Papua yang honor sudah lama, ada yang 10 tahun, ada yang 10 tahun lebih, mereka ini harus diutamakan dan diangkat menjadi CPNS,” imbuh Mariunus.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *