oleh

Bappeda Mulai Susun Desain Simpang Delapan

Untuk mewujudkan gagasan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH dalam merubah wajah Kota Timika salah satunya membangun Simpang Delapan, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mulai menyusun perencanaan dan desain.

Dalam menyusun perencanaan, Bappeda melibatkan pihak ketiga. Senin (28/9) kemarin bertempat di Kantor Bappeda, digelar seminar pendahuluan untuk menampung masukan dari para stakeholder terutama dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Bappeda, Hillar Limbong Allo mengatakan, bundaran merupakan salah satu upaya model pengaturan lalu lintas di persimpangan yang banyak digunakan di beberapa kota.

Sehingga Bupati menegaskan agar dengan penyusunan Survei, Investigasi, Desain (SID) serta Detailed Engineering Design (DED) serta maket (miniatur) bundaran Simpang Delapan bisa disusun dengan baik agar menghasilkan perencanaan komprehensif, baik dari aspek arsitektural dan struktural. Maupun dari aspek ekonomis pelaksanaan pembangunan bundaran simpang delapan yang dilengkapi marka jalan dan rambu lalu lintas.

Ada tiga lokasi yang menjadi alternatif pembangunan Simpang Delapan. Semuanya di wilayah Kampung Limau Asri. Pertama yakni lokasi yang saat ini memang sudah menjadi simpang empat SP 5 dan SP 9. Persoalannya di sekitar lokasi itu terdapat sebuah sekolah hingga perumahan penduduk.

Lokasi kedua tak jauh dari lokasi pertama, yang terlebih dahulu didapati jika mengarah dari Kota Timika. Lokasi itu direkomendasikan karena secara eksisting tidak ada bangunan atau lahan masih kosong. Berbeda dengan lokasi ketiga di sekitar Kantor Bupati lama yang notabene terdapat sejumlah bangunan.

Dari desain sementara konsultan, bundaran yang menjadi pertemuan simpang delapan akan dibangun tugu yang menjadi ikon Kota Timika nantinya. Belum diketahui berapa luasan bundaran. Tapi di atasnya selain tugu juga sekaligus menjadi plaza tempat rekreasi.

Sekretaris Bappeda, Hillar Limbong Allo mengatakan ini merupakan seminar awal dan Bappeda akan terus berkonsultasi dengan Bupati yang memiliki gagasan. Agar perencanaan yang dibuat benar-benar bisa sesuai dengan apa yang Bupati inginkan. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *