oleh

Kadisparbudpora Pertanyakan Bar dan Penginapan di Kawasan Ekowisata Mangrove

PEMERINTAH Daerah Kabupaten Mimika sedang mengembangkan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Pomako, tidak hanya sebagai Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) tapi juga kawasan ekowisata mangrove.

Kawasan ekowisata mangrove sudah mulai dibangun di atas lahan seluas 21 hektar. Tapi Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Mimika, Bernadinus Songbes mempertanyakan, adanya pemanfaatan lain dari lahan tersebut.

Dalam rapat membahas perencanaan wisata mangrove, Songbes yang baru menjabat dua bulan terakhir mengungkapkan, adanya bangunan bukan milik pemerintah di atas lahan yang rencananya menjadi lokasi pembangunan wisata mangrove. “Ada orang yang memperkaya diri,” katanya.

Ada dua bangunan yang dipertanyakan yakni tempat penginapan dan bar. Sejak kawasan wisata ada, beberapa warga juga datang membangun tenda untuk berjualan tapi sudah ditertibkan oleh Disparbudpora.

Mengenai bar dan penginapan, Songbes menyatakan belum tahu statusnya. “Tempat hiburan itu setelah saya marah, mereka ada bikin kembali jadi warung. Saya sementara cari tahu mengenai bangunan itu,” ujarnya.

Disparbudpora akan mencari tahu siapa pemilik bangunan termasuk tanah. Sebab informasi yang didapatkan bahwa pemilik bangunan sudah punya dokumen.

“Katanya tanah itu mereka sudah beli menurut informasi yang belum resmi juga,” katanya.

Sehingga pihaknya akan memasang pagar untuk mengetahui reaksi dari pihak yang mengklaim. Sebab lahan yang rencananya akan dibangun kawasan wisata mangrove juga kabarnya, diklaim oleh salah satu perusahaan swasta bahkan sudah melakukan penebangan. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *