oleh

Bapenda Tambah Alat Pemantau Pajak

TIMIKA-Menghindari adanya kebocoran pajak, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Mimika sudah beberapa tahun ini memasang alat pemantau pajak di sejumlah hotel dan restoran. Melihat dampaknya yang positif pada penerimaan daerah, maka Bapenda mengajukan penambahan alat.

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah yang ditemui di kantornya, Selasa (29/9) lalu mengatakan sekitar 38 alat sudah terpasang. Bapenda kembali mengajukan penambahan sekitar 50 unit ke Bank Papua yang ditunjuk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi untuk pengadaan alat.

Dwi menjelaskan, sistem pemungutan untuk beberapa jenis pajak daerah seperti pajak hotel, restoran dan hiburan dilakukan dengan sistem self assessment. Dimana wajib pajak menghitung dan membayar pajak sendiri.

Untuk memastikan perhitungan pajak yang dibayarkan ke daerah sudah sesuai, maka Bapenda memasang alat yang bisa dipantau secara online data omzet pendapatan para wajib pajak. “Jadi kita sudah tahu warung makan ini pendapatannya sekian,” katanya.

Belum semua hotel dan restoran terpasang alat pemantau. Sehingga selama ini Bapenda masih melakukan pemeriksaan dengan cara memantau langsung ke setiap restoran atau rumah makan dan hotel.

Hasil pemeriksaan dikatakan Dwi bisa terjadi kurang bayar, bisa kelebihan bayar tapi bisa juga perhitungan sudah benar. Yang kebanyakan terjadi selama ini adalah kurang bayar. Dimana wajib pajak tidak membayar pajak sesuai dengan yang pendapatan.

Ditegaskan Dwi bahwa, pengusaha hakikatnya hanya menampung pajak dari konsumen. Karena pajak itu dibebankan dan dibayar oleh konsumen. Sehingga ia berharap wajib pajak bisa sadar. Kalaupun ada oknum yang mendatangi wajib pajak dan menagih dibatas kewajaran ia meminta untuk dilaporkan.

Mulai hari ini, Bapenda mulai mendatangi wajib pajak secara door to door lewat program Bapenda Keliling. Hari ini sampai (5/10) mendatang untuk wilayah Distrik Wania. Kemudian 6-10 Oktober Distrik Mimika Baru dan 11-15 Oktober wilayah Mimika Timur dan Kuala Kencana.

Bapenda menggunakan mobil layanan yang sudah dilengkapi perangkat komputer. Dimana tim Bapenda bekerjasama dengan Bank Papua untuk melayani pembayaran pajak. Layanan ini dihadirkan untuk memudahkan wajib pajak tanpa harus ke kantor atau bank. Apalagi pada situasi pandemic sekarang ini, banyak masyarakat yang takut mengunjungi fasilitas publik. Sehingga Bapenda memilih untuk mendatangi langsung para wajib pajak. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *