oleh

Polisi Amankan Seorang Penjual Tembakau Sintetis

TIMIKA– Seorang pria berinisial R terpaksa diamankan pihak kepolisian pada Kamis (24/9) lalu di Kampung Kadun Jaya, KM 10, lantaran kedapatan menyimpan dan mengedarkan narkotika golongan I jenis tembakau sintetis.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Mansur, SH saat ditemui Radar Timika, Rabu (30/9) kemarin di ruang kerjanya mengungkapkan, oknum pria yang kini telah resmi berstatus tersangka itu, diamankan bersama barang bukti berupa satu paket tembakau sintetis seberat 2,52 gram.

“Barang bukti yang kita amankan 3 plastik bening kecil berisikan tembakau sintetis yang mengandung narkotika dengan berat 2, 52 gram, handphone merk Vivo Y12, satu buah ATM Bank BNI, satu buah korek api, satu buah gunting dan satu buah tas warna biru,”

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa dari pengakuan tersangka dia membeli barang tersebut dengan cara membeli secara online.

“Pengakuannya barangnya dia beli online, lalu dia sudah menjualnya sebanyak empat kali. Dan dari pengakuan dia, bahwa dia juga pakai. Sudah kita tahan dan sementara dalam pemeriksaan,”ucap Kasat Resnarkoba.

Untuk tersangka R sendiri, kata AKP Mansur bahwa di persangkakan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp 10 miliar”.

Dan Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 miliar. (tns)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *