oleh

Polisi Bekuk Empat Pengedar Sabu

TIMIKA-Satuan Reserse dan Narkoba Polres Mimika, membekuk empat pengguna sekaligus pengedar narkoba jenis sabu, mereka masing-masing berinisial AA, AW, N, dan S.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Mansur, SH yang ditemui Radar Timika, Rabu (30/9) kemarin di ruang kerjanya menjelaskan, keempatnya diringkus pada Jumat (18/9) di dua tempat berbeda. Untuk tersangka AA diamankan di seputaran Jalan Yos Sudarso.

Dari penangkapan AA, polisi kemudian melakukan pengembangan. Sehingga kemudian diamankan dua tersangka lainnya, yakni AW dan N di Kelurahan Kamoro Jaya, SP1. Pada hari yang sama, pihaknya juga mengamankan tersangka S di seputaran Jalan Hasanuddin.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, penyidik kemudian menetapkan keempatnya sebagai tersangka kepemilikan dan pengedaran narkotika golongan I jenis sabu-sabu.

“Empat tersangka kasusnya sabu-sabu semua, dengan barang bukti empat paket yang totalnya 1, 09 gram,” kata Kasat Resnarkoba.

Kasat Reskrim menegaskan, keempat tersangka tersebut diamankan saat hendak melakukan transaksi jual beli Narkotika golongan I jenis sabu-sabu. “Mereka gunakan sistem, dan mereka ini pemakai sekaligus pengedar,”sambungnya.

Selain mengamankan empat tersangka dan barang bukti sebanyak 1,09 gram narkotika golongan I jenis sabu-sabu, pihaknya juga mengamankan barang bukti lainnya berupa narkotika golongan I jenis tembakau sintetis seberat 11,34 gram yang merupakan milik dari tersangka AW. Lalu tiga buah alat hisap Narkotika, satu buah handphone, uang tunai Rp 1.770 ribu, satu sendok takar, bukti transfer, satu buah handphone merk Samsung dan satu buah handphone merk Oppo. Kemudian satu buah handphone Sambung J4 warna hitam, dan satu bungkus rokok gudang garam.

Akibat perbuatannya para tersangka di persangkakan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar”.

Dan Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 miliar.

“Sementara ini berkasnya masih kita proses, sambil kita lakukan pengembangan lagi di lapangan,”papar AKP Mansur. (tns)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *