oleh

Hari Pertama, Bapenda Keliling Kumpulkan Rp 43 Juta

Perhitungan Pajak dengan Self Assessment

TIMIKA-Inovasi layanan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mendatangi langsung para wajib pajak membuahkan hasil. Hari pertama layanan Bapenda Keliling yang dimulai dari wilayah Distrik Wania berhasil mengumpulkan pajak daerah Rp 43.128.228.

Kepala Bidang Pajak Bapenda Mimika, Joel Daniel Luhukay yang memimpin langsung tim Bapenda Keliling pada Kamis (1/10) kemarin mengatakan di wilayah Distrik Wania ada 65 wajib pajak yang ditarget.

Satu wajib pajak dikatakan Joel, bisa membayar beberapa jenis pajak sekaligus. Diantaranya pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak air tanah dan pajak parkir. Kemarin pajak restoran yang terkumpul Rp 19.270.378 dari 7 wajib pajak. Pajak hiburan Rp 23.001.450 dari dua wajib pajak. Pajak parkir Rp 500 ribu dari satu wajib pajak dan pajak air tanah Rp 356.400 dari satu wajib pajak.

Joel mengungkapkan masih banyak wajib pajak di wilayah Distrik Wania yang akan dilayani dengan cara didatangi langsung untuk membayar pajak. Wilayah Distrik Wania dijadwalkan hingga 5 Oktober 2020 mendatang.

Tim Bapenda akan berupaya agar seluruh wajib pajak bisa terlayani. Meskipun saat pelaksanaan ada beberapa kendala terutama waktu. Pasalnya satu wajib pajak bisa membayar beberapa jenis pajak sehingga membutuhkan waktu lama.

Adi Saputra salah seorang pengelola tempat hiburan sebagai wajib pajak mengapresiasi layanan Bapenda Keliling apalagi pada situasi pandemi sehingga memudahkan wajib pajak melakukan pembayaran. Tanpa harus ke kantor dan antri.

Adi mengungkapkan, selama pandemic omzet menurun cukup drastis sehingga besaran pajak yang dibayar otomatis berkurang. Ia menyebut besaran pajak yang dibayar kali ini hanya sekitar 50 persen dari biasanya karena memang tidak ada pendapatan.

Apalagi sejak diterapkannya pembatasan sosial diperketat dan diperluas, dimana tempat hiburan sama sekali tidak diizinkan beroperasi, maka pengusaha tidak memiliki omzet sama sekali. Bahkan sejak new normal dan tempat usaha hanya buka dari jam 12 siang sampai 9 malam, juga minim pengunjung.

Kepala Bidang Pajak, Joel Daniel mengatakan sistem perhitungan pajak sekarang menerapan self assessment di mana wajib pajak menghitung pajak sendiri sesuai dengan pendapatan. Ia mengakui pandemi membuat pendapatan usaha menurun tapi ditegaskannya pula bahwa itu tidak selalu menjadi alasan apalagi pemerintah sudah menerapkan new normal dan tempat hiburan diizinkan beroperasi. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *