oleh

Kesadaran Masyarakat Jadi Benteng Pengaruh Miras

TIMIKA-Kesadaran warga akan bahaya buruk dari minuman keras (miras) beralkohol, menjadi benteng utama apabila mau Mimika bersih dari peredaran Miras. Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Mimika Mariunus Tandiseno, Rabu (30/9).

Diungkapkan Mariunus, DPRD Kabupaten Mimika mengajak segenap warga Mimika menumbuh-kembangkan kesadaran, untuk memerangi peredaran miras, yang terbukti menjadi sumber banyak permasalahan di Kota Timika.

Mariunus mengingatkan, selain bahaya miras bagi kesehatan, ada juga dampak sosial akibat orang minum dan mabuk. Banyak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi, angka kriminalitas meningkat dan bahkan tak jarang akibat mengkonsumsi miras nyawa warga melayang.

“Jika ingin bebas dari miras, maka bentengnya ada di kita sendiri. Jauhi miras karena ini menyebabkan banyak dampak sosial yang buruk bagi masyarakat,” jelas Mariunus.

Selanjutnya, Mariunus juga meminta pintu masuk Kabupaten Mimika diperketat, sehingga barang haram itu tidak bisa lewat untuk merusak warga. Demikian pula yang paling rentan di jalur laut, di mana disinyalir ada transaksi buang barang di tengah laut dan dijemput kapal pembeli, sehingga tidak terdeteksi di pintu masuk Pelabuhan Poumako.

Kreativitas warga juga diminta tidak diarahkan ke minuman keras, dengan menggunakan bahan-bahan yang berbahaya mengancam nyawa akibat miras oplosan.

Mariunus menambahkan, kesadaran warga menjadi hal terpenting sebagai benteng melawan dampak buruk miras.

Selain itu penjagaan ketat berlapis oleh aparat penegak hukum seperti Korps Polisi Air dan Udara Polairud, Pangkalan TNI Angkatan Laut Lanal, Dinas Perhubungan dan pihak terkait lainnya perlu digalakkan. Sehingga peredaran miras gelap tidak masuk ke Mimika.

Sementara bagi para pelanggar yang kedapatan membawa miras masuk Mimika, juga perlu dihukum seberat-beratnya sehingga menimbulkan kerugian dan memberi efek jera. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *