oleh

Penyesuaian Fungsi PLMTG Jadi Alasan Seringnya Pemadaman Listrik

TIMIKA-Penyesuaian fungsi PLTMG dan proyek pekerjaan jalan menjadi alasan seringnya pemadaman listrik secara bergilir di seputaran Kota Timika. Hal itu diungkapkan Manajer PLN UP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi, Kamis (1/10).

Dikatakanya, lantaran adanya upaya penyesuaian fungsi PLTMG dan pekerjaan jalan maka saat ini PLN terus berupaya memaksimalkan pembangkit PLTMG dengan jalan memelihara beberapa jaringan yang penampangnya kecil guna dirubah menjadi penampang yang lebih besar. Selain itu, pembenahan semua jaringan yang bisa dimanufer ke tempat lain ketika terjadi pemadaman.

Martinus menjelaskan, dengan jadwal yang ada, pihaknya melakukan maksimal tiga sampai empat kali pemeliharaan yang dilakukan selama sepekan. Dengan pemeliharaan yang intens ini, maka pemadaman listrik bergilir memang tetap terjadi.

Di mana, penyesuaian fungsi PLTMG ini sendiri memang dilakukan guna melakukan pembenahan jaringan listrik yang juga ada kaitanya dengan kesiapan Kabupaten Mimika menjadi tuan rumah penyelenggaraan hajatan PON.

“Kalau dibilang tidak ada pemadaman itu agak sulit. Apalagi kita benar-benar sedang mempersiapkan untuk pelaksanaan PON, karena ada venue-venue PON yang suplai jaringannya harus dipersiapkan dengan detai,” jelasnya.

Dikatakan Martinus, untuk pemadaman listrik ada yang terencana dan tidak terencana. Untuk pemadaman terencana itu biasanya disebut dengan pemeliharaan dan didahului dengan pengumuman kepada masyarakat. Namun yang sulit diatasi adalah pemadaman yang tidak terencana.

Diungkapkanya, akhir-akhir ini PLN fokus memaksimalkan dua sistim pembangkit yaitu PLTD di kantor PLN dan juga sistim pembangkit PLTG yang ada di Poumako. Untuk PLTMG sementara diupayakan penguatan pola operasinya agar semua sistim aliran listrik di Mimika dapat semaksimal mungkin ke PLTMG, karena untuk di PLTMG punyai 10 unit mesin dengan kapasitas 10 MW, sementara di PLTD memiliki hampir 50 mesin, tapi dengan kapasitas yang kecil.

Bicara soal efisiensi, maka satu pembangkit dengan kapasitas besar jauh lebih efisien dibandingkan banyak pembangkit yang kapasitasnya kecil-kecil. Saat inipun, dari PLTMG sementara tahapan membangun transmisi dari Poumako ke SP4 guna dibangun gardu induk, sehingga semua tegangan akan lari ke gardu induk tersebut dan disebarkan ke jaringan masyarakat. Pembangunan gardu induk itu diharapkan bisa selesai di akhir tahun in ataupun di awal tahun depan.

Ditambahkanya, daya dari PLTMG saat ini sudah terserap, tetapi belum maksimal, karena masih adanya pembenahan di daerah Sentra Pemukiman yaitu pekerjaan kabel-kabel kecil yang diganti dengan kabel besar dan terbungkus agar jika ada pohon tumbang atau gangguan lainnya maka tidak langsung padam. (ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *