oleh

Rapid Test Bisa Dilaksanakan di Puskesmas Timika

TIMIKA-Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung mengatakan pihaknya juga menerima pelayanan pemeriksaan rapid test dan Influenza Like Illnes (ILI). Pelayanan surat keterangan rapid test dan ILI mulai dibuka pukul 11.00 WIT-14.00 WIT serta pengambilan suratnya pada pukul 15.00 WIT.

Dikatakan, strategi Puskesmas dalam menghadapi peningkatan kasus Covid-19 sesuai kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, yakni mulai meningkatkan kwalitas screening. Screening ini benar-benar dilaksanakan bukan hanya soal memeriksa suhu tubuh pasien saja, melainkan juga penggalian riwayat kontak, tanda dan gejala serta lokasi tempat tinggal. Sesuai dengan penentuan klaster penyebaran Covid-19, maka ini juga menjadi salah satu acuan untuk melakukan screening kepada pasien.

Sampai saat ini sebut dr Mozes memang belum ditemukan adanya pasien yang kemudian diarahkan untuk penanganan Covid-19. Namun, jika suatu saat ditemukan adanya pasien yang membawa satu resiko Covid-19 maka akan langsung dilakukan rapid test.

Jika selama ini kriteria rapid test ini diperketat, maka saat ini mulai dilonggarkan. “Screening dilakukan di Puskesmas begitu kita menemukan satu kriteria maka akan langsung dilakukan rapid test,” ujar dr Mozes.

Jika ditemukan adanya orang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 kata dr Mozes, maka akan langsung dilakukan isolasi mandiri. Ada tim ke dua sebutnya yang akan melakukan pemantauan terhadap yang bersangkutan.

Petugas tim pengkajian informasi ini akan langsung berkunjung ke rumah yang bersangkutan untuk menilai apakah kondisi rumah memenuhi syarat untuk dilakukan isolasi mandiri. Jika tidak, maka yang bersangkutan akan diisolasi di tempat khusus.

Petugas Puskesmas pun jelasnya, akan memantau keadaan yang bersangkutan setiap harinya. Untuk biaya rapid test sendiri sampai saat ini sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup). Pada bagian yang tidak berbayar sesuai kebijakan pemerintah dan tim gugus yakni pelaku perjalanan terdiri dari PNS, TNI dan Polri, anak sekolah, mahasiswa yang akan kembali ke kota studi, pengantar orang meninggal (dua orang).

Adapun biaya yang harus dikeluarkan untuk rapid test di Puskesmas kata dr Mozes adalah sebesar Rp 600 ribu sesuai dengan Perbup.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *