oleh

Persipura Jayapura, Klub Musafir Yang Sulit Menemukan Rumah

TIMIKA-Persipura Jayapura, hingga kini belum juga mendapatkan tempat untuk dijadikan homebase, setelah sebelumnya tidak mendapatkan restu Pemerintah Kota Malang, untuk bermarkas di Gajayana. Kini Persipura harus mencari markas baru, setelah Pemerintah Kabupaten Malang juga tidak memberikan restu.

Sebelumnya, Manajemen Persipura Jayapura, telah menyurati Pemerintah Kabupaten Malang untuk pengunaan stadion Kanjuruhan Malang, sebagai homebase mereka. Namun sayang, Kabupaten Malang juga tidak memberikan restu dengan alasan daerah tersebut akan mengelar pilkada dan situasi pandemic Covid-19 saat ini.

“Selama ini kami menjalin komunikasi yang sangat baik dengan Pemkot dan Pemkab Malang. Kami juga memahami alasan yang diberikan terkait dua stadion yang tidak bisa digunakan itu,” ujar Assisten Manajer Persipura, Ridwan Bento Madubun, Jumat (2/10).

Menyikapi kondisi tersebut, Manajemen  Persipura harus segera memikirkan alternatif stadion pengganti Gajayana dan Kanjuruhan. Namun Persipura tak mau gegabah menentukan stadion dan tetap menunggu kepastian dari federasi dan operator liga terkait kelanjutan kompetisi yang direncakan akan dimulai pada bulan November mendatang.

“Pastinya kita akan gunakan stadion yang tidak jauh dari sini, mungkin bisa sana Stadion Surajaya di Lamongan, tapi itu masih dalam rencana. Intinya kami meminta kepastian dari PSSI dan PT. LIB,”  terangnya

Keputusan PSSI dan PT. LIB untuk menunda kembali lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tahun 2020 selama satu bulan ke depan, menjadi angin segar bagi Persipura. Manajemen bisa beruapaya mencari stadion alternatif lain untuk dijadikan homebase.

Sebelumnya, awak Persipura berencana untuk menggunakan Stadion Gajayana yang berada di Kota Malang sebagai markas, namun Pemerintah Kota Malang tak merestui itu dengan alasan stadion akan direnovasi. Penolakan tersebut memaksa Persipura harus beralih ke stadion terdekat, yaitu Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang juga kandang dari Arema Malang. Namun lagi-lagi, atas alasan situasi pandemi saat ini dan juga menjelang Pilkada. Pemerintah Kabupaten Malang pun tak dapat memenuhi permintaan tersebut. (rasor)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *