oleh

RSUD Manokwari Tutup Total

MANOKWARI-Manajemen Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum (BLUD-RSU) Kabupaten Manokwari, menutup sementara secara total pelayanan akibat Covid-19. Penutupan sementara ini akan dilakukan selama lima hari sejak 2 hingga 6 Oktober 2020 dan akan kembali dibuka melayani masyarakat pada 7 Oktober.

Direktur BLUD RSU Manokwari, dr. Yodi Kairupan yang ditemui wartawan di Posko Gugus Tugas  Penanganan COVID-19 mengatakan, selama penutupan sementara pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan di semua ruangan, serta tacing kontak terhadap keluarga dan kerabat tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19.

Total ada 29 tenaga kesehatan RSU Manokwari yang terpapar COVID-19. Kondisi mereka tanpa gejala. Walau begitu sebagian tenaga medis yang terpapar menjalani isolasi di rumah sakit. ‘’Jadi, untuk sementara RSUD Manokwari kita tutup sementara selama 5 hari untuk penyemprotan disinfektan dan tracing kontak terhadap keluarga,’’ ujar Yodi.

Dalam surat pemberitahuan penutupan sementara  RSUD Manokwari telah sebarkan di berbagai tempat, juga ditempel pada bagian depan rumah sakit. ‘’Masyarakat perlu memahami penutupan sementara ditempuh untuk memutus mata rantai penularan COVID-19,’’ ujarnya lagi.

Ini merupakan penutupan total pertama yang dilakukan. Sebelumnya RSUD Manokwari juga pernah ditutup sementara namun hanya pada beberapa unit, seperti  IGD (instalasi gawat darurat), poli anak dan ruang bedah. ‘’Namun penutupan sementara dilakukan secara menyeluruh, semua pelayanan dihentikan,’’ ucapnya.

Yodi Kairupan mempersilakan warga yang ingin berobat ke Rumah Sakit dr Azhar Zahir TNI-AL, Rumah Sakit TNI Angkatan Darat serta rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat ataupun klinik.

Sementara itu Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVI-19 Kabupaten Manokwari, drg. Henry Sembiring mengatakan, selain RSUD, Puskesmas Amban juga ditutup sementara karena ada tenaga medis terpapar COIVI-19. Sebelumnya, tiga Puskesmas sempat ditutup, Sanggeng, Maripi dan Pasir Putih tapi kini sudah beroperasi kembali.

Kasus COVID-19 di Manokwari tertinggi ketiga di Provinsi Papua Barat, setelah Kota Sorong dan Bintuni. Hingga, Jumat (2/10) terdapat 389 kasus positif, 5 meninggal dunia. Tercatat beberapa klaster penularan, yakni klaster Gowa 4 kasus, klaster keluarga 128 kasus, klaster perkantoran 109, klaster tenaga kesehatan rumah sakit 37, klaster tenaga kerja Puskesmas 44, klaster klinik satu, klaster pertokoan tujuh serta klaster perbankan 32 kasus. (rasor)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *