oleh

SAR Timika Catat 4 Kasus Kecelakaan di Perairan

TIMIKA-Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional Timika mencatat, ada empat kasus kecelakaan di perairan selama September 2020. Di mana dua kasus tercatat terjadi di Timika dan dua kasus di Kabupaten Asmat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional Timika, Monce Brury SIP, Jumat (4/10) menjelaskan, dari empat kasus tersebut, dua diantaranya disebabkan oleh mati mesin, satu disebabkan hilang kontak dan satu lagi karena kebocoran kapal.

“Yang di Yapero itu yang tenggelam (karena bocor),” ungkapnya.

Terkait jumlah korban kecelakaan kapal yang tidak ditemukan sepanjang September 2020, ia mengatakan hal itu belum bisa dipastikannya. Namun, katanya, jika disebut korban yang tak diketemukan sama sekali sejak Januari hingga September 2020 ini, ia menyebut itu mencapai 10 persen dari jumlah kasusnya.

Sementara itu, dipastikannya bahwa kasus kecelakaan laut yang terjadi akhir-akhir ini salah satunya dikarenakan cuaca yang tidak menentu. Alut yang digunakan atau perahu yang dipakai serta mesin pendukungnya pun demikian halnya.

“Kami sudah sering mengimbau, setiap nelayan atau yang mau menyeberang ke Asmat, untuk memerhartikan mesin dan alat keselamatan lainnya,” sebutnya.

“Yang terpenting juga alat komunikasi. Karena, selama ini yang dihandalkan cuma handphone saja,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *