oleh

Penyelidikan Dugaan Korupsi di PKM Wania Harus Ditindaklanjuti

TIMIKA – Upaya aparat penegak hukum yang akan melakukan upaya penyelidikan terhadap dugaan korupsi, penyalahgunaan Dana Operasional Kesehatan (BOK) Tahun 2019 di Puskesmas Wania harus ditindaklanjuti.

Walaupun masih dalam tahap dugaan, namun masyarakat berharap sekecil apapun tindakan korupsi harus ditindaklanjuti, karena ini menyangkut keuangan negara.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi A DPRD Mimika, H Iwan Anwar, Rabu (7/10) di ruang kerjanya. Iwan berharap pihak-pihak lain yang bisa membantu pihak kepolisian dalam hal penyelidikan ini, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk data, maupun informasi terkait dengan nilai kerugian yang dialami oleh negara.

“Kita berharap adanya sinergi , dan biasanya dugaan korupsi itu antar penyidik dengan BPK itu selalu bersinergi, karena yang berkah menentukan kerugian negara itu adalah BPK,” jelasnya.

Iwan Anwar yang juga berprofesi sebagai advokat ini juga mendorong baik pihak kepolisian atau kejaksaan, yang sudah menangani perkara ini agar dapat ditindaklanjuti sampai dengan ditemukan dua alat bukti yang cukup.

Namun, jika dalam perjalanan penyelidikan tidak ada bukti permulaan yang cukup, maka hal ini harus dihentikan.

“Tapi kalau memang kini tidak ada bukti permulaan yang cukup maka harus dihentikan, tidak boleh dipaksakan. Jangan juga mencari-cari kesalahan orang. Tetapi kalau memang terbukti indikasi kuat, ya kami mengharapkan agar jika sudah terbukti siapa pelakunya, agar segera ditingkatkan statusnya,” ungkap Iwan.

Mengingat kasus ini sudah berada di permukaan publik, maka menurutnya yang harus diperhatikan adalah ditindaklanjuti sampai proses hukum selesai. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *