oleh

APBD Defisit, Sebagian Proyek Dibayar Tahun Depan

TIMIKA – Sebagai dampak pandemic Covid-19, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika Tahun 2020 dipastikan mengalami defisit. Pasalnya target penerimaan daerah diyakini tidak bisa tercapai.

Sementara di satu sisi, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika juga melakukan refokusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Ini berdampak pada pelaksanaan kegiatan yang terlanjur berkontrak dimana pembayaran baru bisa dilakukan tahun 2021 mendatang atau dengan kata lain Pemda berhutang kepada pihak ketiga.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mimika, Ir Yohana Paliling, MSi yang ditemui di Gedung DPRD Mimika, Senin (12/10) mengatakan seperti yang disampaikan Bupati sejak awal bahwa kegiatan yang sudah berkontrak tetap dilanjutkan meskipun mengalami refokusing. “(Pengerjaan kegiatan) tetap lanjut, nanti dibayarkan di Tahun 2021,” kata Ir Yohana.

“(Pengerjaan kegiatan) tetap lanjut, nanti dibayarkan di Tahun 2021,” kata Ir Yohana.

Jadi menurut Yohana ada beberapa kegiatan yang tidak kontrak multiyears hanya saja pembayarannya baru dianggarkan Tahun 2021 mendatang. “Memang kita berutang kalau pekerjaan dilanjutkan karena kontrak sudah selesai,” tandasnya.

Tapi ada juga beberapa kegiatan yang mengalami adendum rencana anggaran biaya meskipun terdampak refokusing dan realokasi. Adendum sesuai dengan nilai anggaran yang tersedia setelah refokusing dan realokasi.

Namun ini khusus untuk kegiatan yang belum dikerjakan dan belum penetapan kontrak. Sehingga Pemda tidak perlu berhutang karena tetap dikerjakan sesuai dengan nilai anggaran. Sayangnya menurut Yohana, hanya beberapa yang mengalami adendum itupun nilainya tidak terlalu besar. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *