oleh

Ratusan Mahasiswa Minta Dipulangkan Kembali Ke Kota Studi

TIMIKA – Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Mimika yang sudah berada di kota ini sejak Bulan Agustus 2019, akibat dari permasalahan dugaan tindak rasisme di Surabaya berharap Pemda, melalui Bagian SDM dapat memulangkan mereka kembali ke kota studi.

Karena tidak adanya kepastian akan kepulanganya ke kota studi oleh Pemda Mimika, maka puluhan mahasiswa asal Timika ini mendatangi Kantor DPRD, Senin (12/10) meminta untuk difasilitasi bertemu dan berkoordinasi dengan Bagian SDM.

Mewakili mahasiswa Koordinator Wilayah Jayapura, Denias Senamom mengatakan, ia yang sudah berada di semester akhir di Uncen Fakultas FISIP jurusan Administrasi Perkantoran Angkatan 2017 ini berharap, ratusan mahasiswa yang eksodus, karena masalah rasis ini bisa difasilitasi untuk kembali ke kota studi.

“Kami meminta pemerintah khusus bagian SDM untuk memulangkan kami ke kota studi,”ujarnya.

Dikatakan Denias, ratusan mahasiswa Timika yang berasal dari kota studi baik di Papua maupun se-Jawa dan Bali ini, kini masih berada di Kota Timika. Mereka sebutnya adalah anak-anak, yang hidup dengan orang tua dan keluarga yang kekurangan.

Jika anak-anak lain sudah dipulangkan oleh orang tua karena memiliki biaya, maka mereka yang tidak memiliki biaya hanya berharap dapat difasilitasi oleh pemerintah untuk kembali ke kota studi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hengki Omabak yang berharap, mereka bisa dikembalikan ke kota studi masing-masing, sebab mereka ingin menyelesaikan perkuliahanya. Hengki yang adalah pengurus mahasiswa eksodus Timika ini mengatakan, jika sudah beberapa kali berkoordinasi dengan Bagian SDM Pemda Mimika.

Setelah mengadakan pertemuan yang keenam kalinya ini, ternyata tidak ada solusi. Untuk itulah, maka mereka terpaksa ke Kantor DPRD ini untuk berharap bisa dikembalikan ke kota studi.

“Kami berharap bantuan dari DPR ini bisa berkoordinasi dengan Bagian SDM, untuk bisa mengembalikan kami ke kota studi kami di seluruh Indonesia,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *