oleh

TGPF Intan Jaya Rampungkan Investigasi

TIMIKA – Setelah beberapa hari melaksanakan tugas di Kabupaten Intan Jaya dalam rangka pengumpulan data serta informasi lapangan, terkait kasus penembakan terhadap Pdt Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, pada Sabtu (19/9) lalu, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) pada Senin (12/10) kemarin telah kembali dari Kabupaten Intan Jaya ke Timika, selanjutnya tim akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Ketua TGPF, Benny Mamoto yang ditemui wartawan di Hotel dan Resto Cenderawasih 66, di Jalan Cenderawasih, kemarin, mengatakan TGPF telah selesai melaksanakan tugas dengan baik. Dan selanjutnya tim tersebut setelah tiba di Jakarta nantinya akan melaporkan hasil yang mereka telah kerjakan selama beberapa hari di Kabupaten Intan Jaya.

“Tugas TGPF adalah mengumpulkan data dan informasi lapangan dalam rangka membuat terang peristiwa yang ke bapak Presiden, dan kemudian bapak Presiden perintahkan bapak Menko Polhukam dan akhirnya dibentuk tim pencari fakta ini. Kami sudah bekerja secara maksimal, meskipun dalam kondisi ancaman gangguan keamanan di sana (Kabupaten Intan Jaya) tapi kami bisa mengejar target dan relatif bisa kami capai,” jelasnya.

Jenazah Pdt Yeremia akan Diautopsi

Benny menegaskan, semua proses pengumpulan data dan informasi di lokasi kejadian yang dilakukan oleh TGPF, semuanya berjalan dengan baik.

“Semua berjalan lancar, kami juga bisa bertemu dengan saksi di TKP meskipun saat pulangnya kami sempat dihadang. Tapi kami terus bekerja di Sugapa, semua saksi-saksi secara bersama-sama kita wawancara untuk mendalami data yang kami peroleh sebelumnya,” ujar Benny.

Lebih lanjut menurut Ketua TGPF bahwa pihak keluarga korban, sudah bersepakat untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Tadi malam (Kemarin, red) keluarga sudah sepakat dan mengizinkan untuk dilakukan autopsi, dan mereka sudah menandatangani berita acara. Berarti proses penyidikan yang selama ini agak terhambat sekarang sudah bisa berjalan. Kalau kita mau proses hukum, maka penyebab harus jelas dan itu harus di keluarkan oleh ahlinya, berupa visum et repertum,”ucapnya.

Benny menegaskan, TGPF akan terus bekerja untuk menyelesaikan semua pekerjaan mereka yang berkaitan dengan kasus kematian Pdt Yeremia Zanambani.

“Waktu kami pendek, hanya 14 hari, makanya kami terus bekerja. Kami salut, tim kami sangat solid dan punya komitmen yang kuat,” tuturnya.

Dalam mengumpulkan data dan informasi di lapangan, kata Benny,  pihaknya meminta keterangan dari sekitar 25 orang saksi. “Target kami semua yang harus kita bertemu, kami dapat semuanya,” singkatnya.

Dalam kesempatan itu juga Benny selaku Ketua TGPF, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pangdam XVII/Cenderawasih, Polda Papua, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan seluruh jajaran yang telah mendukung TGPF dalam melaksanakan tugas di Kabupaten Intan Jaya.

“Kami sampaikan terima kasih karena berkat dukungan dan bantuan serta pengamanan yang ekstra ketat, akhirnya semua berjalan dengan baik,” sebutnya.

Mengenai hasil investigasi yang dilakukan, Benny mengatakan bahwa akan melaporkannya dahulu. “Untuk substansinya tidak etis, masa pimpinan saya belum tahu masa saya harus langsung umumkan. Jadi mohon tunggu, ketika nanti sudah kami susun laporannya lalu sudah di analisis dan di evaluasi dan di simpulkan nanti akan di umumkan. Jadi mohon bersabar,” paparnya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *