oleh

Honorer Diangkat Jadi CPNS dan PPPK

TIMIKA – Tidak semua honorer akan diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tapi sebagian diangkat jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Itu diungkapkan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH ketika ditemui di Gedung DPRD Mimika, Selasa (13/10) kemarin.

Bupati menjelaskan, ada dua cara untuk pengangkatan honorer. Bukan hanya CPNS, tapi juga PPPK. Namun menurutnya status keduanya sama. Hanya saja untuk PPPK diberlakukan kontrak yang bisa dievaluasi per periode. “Kalau tetap aktif bekerja maka kita bisa perpanjang,” katanya.

Tapi ketika diangkat jadi PPPK dan tidak aktif bekerja, maka bisa diberhentikan. Sama seperti sekarang dimana ada banyak honorer yang disebut Bupati hanya terdaftar tapi tidak bekerja. “Jadi mudah untuk diberhentikan. Selama ini tidak seperti kontrak jadi bertahan, sehingga kita pakai kontrak,” paparnya.

Mengantisipasi adanya honorer siluman yang memanfaatkan momentum rencana pemerintah mengangkat honorer jadi CPNS, Bupati sudah menerbitkan instruksi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah agar mulai tahun ini tidak boleh lagi menerima honorer.

Kecuali lanjutnya, jika OPD memang masih membutuhkan tenaga teknis tapi harus berdasarkan analisis kebutuhan. Selama tidak ada kebutuhan, maka Bupati mendesak tidak boleh angkat honorer. “Selama inikan hanya rekrut saja, kerjanya nanti dimana. Jadi sekarang kita kembalikan ke pimpinan OPD untuk mereka lihat kalau masih kosong di kantornya mereka baru nanti mereka ajukan untuk kita rekrut honorer,” paparnya.

Mengenai kuota pengangkatan CPNS, sampai saat ini diungkapkan Bupati belum ada pembagian kuota. Menurutnya, untuk penentuan formasi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan juga formasi yang bisa diisi oleh orang asli Papua. Sebab dari seleksi sebelumnya banyak formasi untuk OAP yang tidak terisi terutama guru dan tenaga kesehatan. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *