oleh

Tidak Simetris, Bundaran Petrosea Diperluas

TIMIKA – Proyek pembangunan Bundaran Petrosea di Jalan Cenderawasih kembali dilanjutkan. Namun beberapa bagian seperti trotoar dan median jalan yang sudah dibangun tahun lalu terpaksa dibongkar kembali.

Perubahan itu sesuai dengan instruksi Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH yang kecewa dengan realisasi pekerjaan di lapangan yang dianggap tidak sesuai dengan desain atau perencanaan yang sudah dibuat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Robert Mayaut yang ditemui beberapa hari lalu mengatakan ada perluasan jalan di sekitar bundaran. Perluasan ini membuat trotoar yang sudah dibangun harus dibongkar kembali.

Tidak hanya trotoar, pagar milik PT Petrosea yang baru dibangun juga dibongkar lagi karena terdampak perluasan jalan.

“Jadi harus ambil ke kanan (dari arah Timika). Kalau sebelumnya kayak buncit, tidak simetris, ini yang kita mau bikin simetris,” ujar Robert.

Pembangunan bundaran Petrosea kini memasuki tahap kedua. Tahap pertama dikerjakan tahun 2019 lalu. Awalnya pagu anggaran untuk lanjutkan pembangunan bundaran senilai Rp 14 miliar lebih. Tapi mengalami refokusing sehingga tersisa Rp 6,5 miliar.

Meski demikian seperti yang disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Aldi Padua beberapa waktu lalu bahwa refokusing tidak menghambat jalannya pekerjaan. Sesuai edaran Bupati Mimika, pekerjaan yang mengalami refokusing tetap dikerjakan sesuai kontrak. Sisa pembayaannya dilakukan tahun 2021 mendatang.

Dengan anggaran itu pembangunan bundaran ditarget bisa rampung tahun ini juga. Sesuai perencanaan, Bundaran Petrosea akan mengangkat kerifan lokal dari Suku Kamoro. Setidaknya ada 6 patung yang akan dipasang untuk menjadi ikon baru Kota Timika.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *