oleh

149 PKL Sudah Pindah ke Pasar Sentral

TIMIKA – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan Kota Timika mulai dilakukan. Setidaknya sudah ada 149 PKL yang sudah pindah dan kini berjualan di Pasar Sentral Timika. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Michael Gomar kepada Radar Timika, Minggu (18/10) kemarin.

Gomar mengatakan, PKL yang direlokasi ini akan difasilitasi oleh Disperindag dengan menyediakan lapak atau tempat berjualan secara gratis. Ia menjamin tidak ada pungutan terhadap pedagang. Ini sekaligus menepis adanya tudingan adanya pungutuan bagi PKL yang direlokasi.

Relokasi ini sekaligus sebagai implementasi menjadikan Pasar Sentral tidak hanya pusat penjualan kelontong, tetapi juga pusat kuliner. Para pedagang diberi waktu untuk pindah. Menurut Gomar ini sebagai cara untuk menata Kota Timika agar tertata rapih. Tidak semrawut dengan banyaknya pedagang di pinggir jalan.

Tim gabungan dari Disperindag, Satpol PP, Dishub, TNI dan Polri terus melakukan sosialisasi kepada para PKL seperti penjual martabak, keripik, gorengan, penjual pulsa, penjual masker dan pedagang jenis apapun yang berdagang dengan gerobak termasuk usaha odong-odong. Begitu juga dengan pedagang buah di Jalan Cenderawasih dan Jalan Budi Utomo.

“Semua akan dipusatkan di kawasan Pasar Sentral Timika,” kata Gomar.

Ia menegaskan penataan dan penertiban ini bukan hanya dalam rangka menyambut PON dan Pesparawi Tahun 2021, tetapi dilakukan secara berkelanjutan. Apalagi Pemda sudah membangun sarana dan prasarana yang memang diperuntukkan bagi para pedagang pada umumnya dan mama-mama Papua khusus.

Sehingga dengan adanya sentralisasi ini, fasilitas bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Pedagang dan pembeli pun bisa mendapatkan kenyamanan dalam melakukan aktivitas jual beli. Pada akhirnya pertumbuhan ekonomi dan ketanan pangan lokal bisa terjaga demi kesejahteraan masyarakat. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *