oleh

Dinkes: Stok Rapid Test ada 5 Ribu

TIMIKA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika sudah menurunkan tarif rapid test menjadi Rp 75 ribu, yang disambut baik oleh masyarakat. Tapi hanya berselang dua hari sejak ditetapkannya aturan tersebut muncul polemik baru yang viral di dunia maya.

Beredar foto surat pemberitahuan dari Puskesmas Timika sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang ditunjuk Pemda untuk memberikan layanan rapid test yang menyatakan persediaan alat rapid test telah habis. Di surat itu tertanggal 22 Oktober 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra yang ditemui Radar Timika, Kamis (22/10) di Hotel Grand Tembaga, menyatakan persediaan alat rapid test antibody cukup banyak. Di gudang farmasi saat ini tersedia 5 ribu buah.

“Rapid test antibody stoknya ada lima ribu,” tegasnya.

Jadi menurutnya tidak ada kendala dalam layanan rapid test termasuk bagi pelaku perjalanan. Adapun kekosongan yang sempat terjadi di Puskesmas Timika karena pihak Puskesmas belum mengusulkan tambahan kebutuhan. Sebab dalam distribusi alat rapid test harus melalui bagian farmasi Dinkes Mimika.

Rapid test antibody khusus untuk pelaku perjalanan. Dinkes Mimika juga masih memiliki stok 400 buat alat rapid test antigen untuk kontak erat pasien Covid-19.

“Kalau antigen sisa 400 tapi itu untuk kontak erat percepat supaya orang tahu hasil, bisa melakukan seleksi, siapa yang harus di PCR, siapa yang tidak perlu,” terangnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *