oleh

Penataan Pasar Sentral Tuai Pujian

TIMIKA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika yang mulai melaksanakan inovasinya guna menata Pasar Sentral menuai pujian dari Legislatif. Kreativitas Disperindag ini diharapkan mampu menjadi salah satu sumber pendapatan bagi daerah ini, salah satunya dari hasil penarikan retribusi.

Ketua Komisi B DPRD, Rizal Pata’dan saat dihubungi Radar Timika, Rabu (21/10) mengungkapkan jika pihaknya sangat mengapresiasi kinerja dari Disperindag yang kini sedang menata Pasar Sentral.

Salah satu langkah berani yang dilakukan oleh Disperindag dengan menempatkan para pedagang kali lima sebagai pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk ditempatkan di Pasar Sentral patut didukung semua pihak.

“Kita mendukung kegiatan-kegiatan pemerintah yang betul-betul bisa memanfaatkan Pasar Sentral ini, kreativitas ini luar biasa,” ujar Rizal.

Mengingat pemindahan lapak-lapak PKL ke Pasar Sentral ini baru dilakukan, maka menurut Rizal, kini pihaknya tinggal menunggu respon dari pada pedagang yang sudah dipindahkan ini. Terkait dengan respon para pedagang yang telah dipindahkan ini, akan dilihat apakah pendapatan yang mereka dapatkan sama dengan ketika masih di pinggir-pinggir jalan dengan pendapatan ketika berada di Pasar Sentral.

Namun, tambah Politisi Partai Golkar ini, kinerja yang dilakukan Disperindag menurutnya sudah luar biasa. Upaya lain dari Disperindag dengan menertibkan para pedagang kaki lima, para pedagang yang ada di Pasar Sentral maupun memperbaiki sisi keamanan dan kebersihan dinilai sudah mulai ada peningkatan.

Ke depanya Rizal berharap apa yang sudah dilaksanakan oleh Disperindag ini bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ke depannya ini kita berharap dengan penataan Pasar Sentral ini juga bisa menjadi sumber pendapatan asli bagi daerah kita,” imbuhnya.

Untuk diketahui, 149 UKM terdaftar yang telah bersedia masuk dan berjualan di Kawasan Pasar Sentral Timika akan difasilitasi oleh Disperindag secara gratis, tanpa ada pungli, dan sewa lahan toko. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *