oleh

Pengusaha Papua Kecewa Hanya Kebagian Sub Proyek

TIMIKA – Masa Tahun Anggaran 2020 hampir berakhir. Kegiatan fisik hampir semuanya sudah berjalan. Namun pengusaha asli Papua merasa kecewa karena dari banyaknya proyek yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, mereka hanya mendapatkan sub proyek yang nilainya kecil.

Pdt Melkianus Kum sebagai tokoh gereja yang juga menjalankan usaha kepada wartawan di Kantor Dinas PUPR, Rabu (21/10) lalu mengungkapkan kekecewannya usai melihat pengumuman kontraktor yang mengerjakan sub proyek.

Melkianus mengatakan, Pemda Mimika belum menunjukkan keberpihakannya kepada pengusaha asli Papua. Padahal menurutnya, pengusaha Papua juga punya keinginan untuk bisa lebih maju dan mengembangkan usahanya. Namun setiap tahun, hanya mendapatkan sub proyek dengan nilai yang sangat kecil, sekitar Rp 10 juta. Ia berharap Pemda Mimika dalam hal ini OPD bisa lebih memprioritaskan pengusaha asli Papua.

“Tolong pemerintah dalam kaitan pembangunan harus melihat orang asli Papua. Termasuk pengusaha agar bisa berkembang,” tegasnya.

Pengumuman daftar pengusaha yang akan mengerjakan sub proyek menuai protes dari pengusaha asli Papua. Pasalnya menurut Melkianus, yang menjadi kontraktor utama bukan pengusaha asli Papua.

“Kami hanya dapat sub proyek. Kalau proyek besar itu semuanya orang luar yang jadi mainkon (kontraktor utama). Itu yang kami mau pertanyakan,” katanya.

Menurutnya banyak pengusaha asli Papua yang sebenarnya bisa mendapatkan proyek dengan nilai miliaran tapi gagal. Adapun syarat selama ini kata dia hanya sebatas formalitas. Sebab kalau melihat persyaratan, pengusaha asli Papua juga ada yang mampu memenuhi itu.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *