oleh

14 Kasus Filariasis Ditemukan di Puncak Sejak 2016

TIMIKA – Dalam rangka mendukung program eliminasi penyakit filariasis atau kaki gajah Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Puncak melalui Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis yang dipusatkan di halaman SMP Negeri 1 Ilaga, Rabu (21/10) lalu. Demikian pres rilis yang diterima Radar Timika dari Dinas Kesehatan Puncak.

Pencanangan kegiatan tersebut ditandai dengan minum obat bersama secara simbolis yang dilakukan oleh Sekda Puncak, Drs Abraham Bisay, pimpinan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI dan Polri serta pelajar SD, SMP, SMA/ SMK.

Penyakit filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening, yang  ditularkan oleh segala jenis nyamuk, menyerang semua umur, baik anak-anak dan dewasa, perempuan maupun laki-laki.

Adapun sasaran pemberian obat pencegahan massal filariasis adalah usia 2 tahun-70 tahun dengan ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilakukan atau ditunda pemberiannya adalah untuk ibu hamil, penderita gangguan fungsi ginjal, penderita epilepsi, penderita penyakit jantung,  dan pembuluh darah, penduduk yang sedang sakit berat, anak dengan marasmus dan kwashiorkor.

Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi melalui Sekda Puncak, Drs Abraham Bisay mengatakan bahwa Dinas Kesehatan dan Puskesmas Ilaga akan melaksanakan POPM filariasis satu tahun satu kali selama lima tahun berturut-turut. Ini sebagai salah satu program kesehatan esensial yang sudah memasuki tahun kelima.

Kabupaten Puncak merupakan salah satu daerah dengan angka prevalensi mikrofilari lebih dari atau sama dengan satu persen, maka dari itu dilaksanakan pemberian obat pencegahan  massal filariasis satu tahun satu kali minimal dalam kurun waktu lima tahun beturut-turut.

Beberapa kasus filariasis ditemukan di Kabupaten Puncak. Satu kasus di Distrik Wangbe, satu kasus di Distrik Pogoma dan 12 kasus di Distrik Duovo. Sehingga total kasus yang ditemukan sejak Tahun 2016 sebanyak 14 kasus.

Dengan adanya POPM filariasis, Pemkab Puncak berharap tidak ada lagi kasus baru yang menginfeksi penduduk baik anak-anak maupun dewasa.

“Kita semua dapat menyukseskan eliminasi kaki gajah tahun 2020 dimasa pandemi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Abraham Bisay.

Di akhir sambutannya, Bisay mengajak seluruh elemen di Kabupaten Puncak, untuk bersama-sama menyukseskan bulan eliminasi kaki gajah.

“Mari kita semua sukseskan bulan eliminasi kaki gajah yang dicanangkan setiap bulan Oktober dan dilaksanakan pada hari ini yaitu tanggal 21 Oktober 2020,” ajaknya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *