oleh

Soal Kejelasan Rapid Test, Komisi C akan RDP dengan Dinkes

TIMIKA – Warga Mimika mengaku kesusahan mendapat layanan rapid test yang seharga Rp 75 ribu di Puskesmas yang ada di seputaran Timika. Menanggapi keluhan warga ini, Sekretaris Komisi C DPRD Mimika Saleh Al Hamid, Jumat (23/110) mengatakan pihaknya akan memanggil Dinas Kesehatan Mimika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menemukan solusi.

Dikatakan Saleh, ia sudah mendengar adanya keluhan pelayanan rapid test bagi pelaku perjalanan yang kini seharga Rp 75 ribu di 9 Puskesmas, sebagaimana tertuang dalam Perbup Nomor 28 tahun 2020 namun sulit untuk didapatkan.

Kendati kini harga rapid test oleh fasilitas pemerintah turun jauh harganya dari semula Rp 600 ribu, namun warga mengeluhkan susahnya mendapat layanan itu karena keterbatasan alat pemeriksaan.

“Sudah lama antri sampai sore, ternyata terakhir dibilang alat rapid test sudah habis,” ujarnya.

Begitupun warga merasa ‘diping-pong’ karena lempar tanggung jawab pelayanan. Semisal dari Puskesmas Timika Jaya ke RSUD Kabupaten Mimika. Dari informasi pihak Puskesmas rapid test sudah habis dan disuruh ke RSUD, namun ternyata pas di RSUD justru diarahkan kembali ke Puskesmas.

Terkait permasalahan ini Saleh mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti aduan warga ini dengan memanggil Dinas Kesehatan lewat RDP guna menemukan solusi.

Legislator Partai Hanura itu menilai, pemerintah kurang persiapan dalam menerapkan kebijakannya, khususnya dalam pengadaan alat rapid test di setiap Puskesmas.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *