oleh

Kunker ke Pasar Sentral, Komisi B Temukan Sejumlah Keluhan

TIMIKA – Komisi B DPRD Mimika melakukan kunjungan kerja ke Pasar Sentral Timika, Rabu (28/10). Dalam kunjungan kerjanya ini, Ketua Komisi B Rizal Pata’dan dan anggotanya menemukan beberapa kendala yang langsung dikeluhkan oleh para pedagang dan masyarakat yang bermukim di sekitarnya.

Dalam kunjunganya ini, beberapa keluhan yang disampaikan oleh para pedagang yakni masalah kebersihan pasar, pengelompokan pedagang berdasarkan jenis barang jualan dan tidak adanya sistem ventilasi udara yang memadai di dalam bangunan pasar, termasuk masalah keamanan terkait komplain banyaknya pedagang yang kerap kecurian barang.

Selain itu, adanya harapan untuk pembenahan lainnya yaitu kebersihan pasar serta perawatan bangunan yang sudah terlantar selama 7 tahun juga menjadi masukan pedagang. Kemudian, penataan pedagang berdasarkan produk yang dijual dan pembenahan sistem ventilasi dan sirkulasi udara di bangunan dalam pasar, karena dinilai kurang memadai sehingga membuat para Legislator itu merasa kepanasan meski di luar sedang hujan.

Terkait hal-hal itu pihaknya telah berkordinasi dengan Kepala Dinas Michael Gomar yang turut mendampingi Kunker Dewan itu. Sehingga Pasar Sentral ke depan diharap bisa lebih baik.

Rizal menambahkan, Disperindag juga diminta untuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sehingga Pasar Sentral bukan hanya tempat untuk transaksi jual–beli tapi juga bisa menjadi tempat yang nyaman untuk rekreasi wisata sebagaimana telah diprogramkan Disperindag.

Menanggapi hal ini, Kepala Disperindag Michael R Gomar mengungkapkan jika pemerintah hadir di tengah masyarakat dengan melaksanakan sejumlah program. Tentunya kata Gomar, apa yang dilakukan oleh pemerintah ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan pedagang di dalam pasar agar aman dan nyama dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Semua kita lakukan untuk kepentingan pedagang yang ada di pasar,” ujar Gomar.

Sementara untuk keluhan para pedagang yakni akses jalan masuk ke pasar dari sejumlah tembok yang dirusak masyarakat, sudah diperbaiki oleh dinas. “Memang harus dilakukan demi keamanan barang jualan para pedagang,” kata Gomar.

Gomar juga menyebut, soal keluhan warga akan akses jalan dari samping kiri dan kanan diluar tembok pasar, memang kini pemerintah tengah melakukan upaya penimbunan dengan pasir timbunan. Semua perwakilan masyarakat, pedagang untuk informasi dan sosialisasi yang masyarakat rusak pagar di keliling. Jika ada dampak seperti banjir yang dirasakan warga sekitar pasar kata Gomar, diharapkan masyarakat bisa bersabar karena untuk penimbunan jalan ini memerlukan waktu. Selain itu, untuk pengaspalan jalan juga harus dikoordinasikan dengan Dinas PUPR. Dinasnya sendiri sebut Gomar, sudah berkoordinasi dan akan mengusulkan pengaspalan jalan di lingkaran luar pagar Pasar Sentral dalam anggaran tahun depan.

“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa mendapat pengaspalan jalan di lingkaran luar pagar Pasar Sentral,” imbuh Gomar. (ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *